Malut Jadi Provinsi Terbaik Nasional dalam Layanan Investasi, Salip Jateng-Jatim

  • 16 Sep 2026 16:40 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Jakarta - Maluku Utara menyalip sejumlah provinsi besar dalam urusan layanan investasi. Di bawah kepemimpinan Gubernur Sherly Tjoanda dan Wakil Gubernur Sarbin Sehe, provinsi kepulauan itu dinobatkan sebagai Terbaik Pertama Anugerah Layanan Investasi 2026 kategori Pemerintah Provinsi.

Penghargaan tersebut diberikan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dalam acara Anugerah Layanan Investasi 2026 di Jakarta, Rabu, 16 September 2026.

Trofi diterima langsung Gubernur Sherly Tjoanda. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Rini Widyantini, menyerahkan penghargaan tersebut kepada Sherly.

Maluku Utara berhasil mengungguli lima provinsi lain yang masuk nominasi, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Sumatera Selatan.

Dalam daftar peringkat akhir, Jawa Tengah berada di posisi ketiga, Jawa Timur di posisi kedua, sedangkan Maluku Utara menjadi provinsi terbaik pertama.

Penghargaan ini menempatkan kualitas layanan investasi sebagai salah satu wajah penting pemerintahan Maluku Utara. Layanan tersebut dipimpin Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Maluku Utara, Dr. Nirwan M.T. Ali.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPM Rosan Perkasa Roeslani mengatakan layanan investasi merupakan salah satu kunci untuk memperbaiki iklim investasi di Indonesia.

Menurut Rosan, pemerintah daerah memiliki peran penting dalam menciptakan pelayanan investasi yang cepat, transparan, dan memberikan kepastian kepada dunia usaha.

“Layanan investasi menjadi salah satu kunci bagaimana kita bisa meningkatkan iklim investasi secara keseluruhan di Indonesia,” kata Rosan dalam sambutannya.

Ia mengatakan investasi tidak berhenti pada masuknya modal ke suatu daerah. Investasi diharapkan berlanjut menjadi aktivitas industri dan membuka lapangan pekerjaan.

“Dan yang paling penting bagaimana kita bisa menarik investasi baik dalam maupun luar negeri yang ujungnya adalah penciptaan lapangan pekerjaan,” ujarnya.

Rosan menekankan lapangan pekerjaan yang dibutuhkan bukan sekadar tersedia, tetapi juga berkualitas.

“Dan tentunya yang kita inginkan adalah selalu penciptaan lapangan pekerjaan yang berkualitas,” kata dia.

Menurut Rosan, kebutuhan menciptakan lapangan pekerjaan menjadi pekerjaan rumah bersama karena jumlah penduduk Indonesia terus bertambah. Ia menyebut sekitar dua juta bayi lahir setiap tahun.

Karena itu, investasi menjadi salah satu instrumen penting untuk memperluas kesempatan kerja.

“Investasi adalah salah satu program yang membuat penciptaan lapangan kerja itu bisa tercipta dan bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.

Rosan juga menyebut momentum Anugerah Layanan Investasi 2026 sebagai bagian dari upaya membangun optimisme sekaligus mendorong pemerintah daerah memperbaiki kualitas pelayanan.

Ia berharap layanan investasi semakin baik, cepat, transparan, serta memberikan kepastian kepada pelaku usaha.

“Karena kepastian ini kembali lagi selalu menjadi salah satu tolok ukur dalam kita berinvestasi,” kata Rosan.

Sementara itu, bagi Kepala DPM PTSP, Nirwan M.T Ali, penghargaan tersebut datang ketika provinsi dengan kekayaan sumber daya alam dan kawasan industri itu terus berupaya memperkuat hilirisasi.

“Kualitas pelayanan pemerintah menjadi salah satu faktor yang menentukan bagaimana potensi tersebut diterjemahkan menjadi aktivitas ekonomi dan kesempatan kerja. Dibawah kepemimpinan Gubernur Sherly Tjoanda dan Wakil Gubernur Sarbin Sehe, pelayanan itu terus kita tingkatkan,”kata Nirwan saat dihubungi rri.co.id.

Penghargaan nasional itu sekaligus menempatkan Maluku Utara di antara provinsi-provinsi yang dinilai memiliki layanan investasi terbaik pada 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....