Perpusnas Perkuat Literasi Sejarah Sambut Rakernas JKPI di Ternate

  • 06 Agt 2026 16:43 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Ternate–Dalam rangka mendukung pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XII JKPI di Kota Ternate, Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI bersama Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (Dispersip) Kota Ternate menggelar webinar nasional melalui program Pustakawan Menyapa Pemustaka (PUSPA) seri ke-38 secara daring, Kamis 6 Agustus 2026.

Webinar mengangkat tema "Penguatan Literasi Sejarah, Identitas Kota Pusaka, dan Diplomasi Budaya Nusantara" dengan menghadirkan Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Perpusnas RI, Suharyanto, serta Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly, sebagai keynote speaker.

Tangkapan layar webinar nasional yang disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Pujasintara Perpustakaan Nasional RI.(Dok:RRI Ternate).

Sementara itu, narasumber yang hadir yakni Pustakawan Ahli Madya Atikah, Tenaga Ahli Wali Kota Ternate Bidang Ekonomi Kreatif Zandry Aldrian, serta Pustakawan Ahli Muda Haniatur Rosyidah.

Dalam sambutannya, Suharyanto mengatakan program PUSPA yang rutin diselenggarakan setiap pekan merupakan wujud komitmen Perpusnas dalam memberikan edukasi sekaligus memperkenalkan berbagai kerja pustakawan di balik pengelolaan pengetahuan bagi masyarakat.

Menurutnya, penyelenggaraan webinar kali ini memiliki makna istimewa karena menjadi jembatan intelektual menjelang Rakernas JKPI di Kota Ternate. "Kegiatan ini menjadi ruang yang mempertemukan gagasan tentang warisan budaya sekaligus memperkuat semangat kolaborasi menuju Rakernas JKPI. Ternate menjadi titik temu berbagai pemikiran dalam mengangkat nilai-nilai budaya bangsa," ujar Suharyanto.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly dalam sambutanya sekaligus membuka dengan resmi webinar nasional, menegaskan bahwa webinar ini selaras dengan tema Rakernas JKPI yakni "Ternate Episentrum Rempah Dunia."

Menurutnya, jika Rakernas menegaskan kembali posisi historis Ternate sebagai pusat perdagangan rempah dunia, maka webinar ini memperkuatnya melalui literasi sejarah, pelestarian identitas kota pusaka, dan diplomasi budaya sebagai fondasi pembangunan masa depan.

"Sejarah membuktikan bahwa Ternate telah lama menjadi simpul perdagangan, diplomasi, dan pertukaran budaya dunia. Kesultanan Ternate membangun hubungan dengan berbagai bangsa jauh sebelum era globalisasi," katanya.

Rizal menambahkan, penguatan literasi sejarah tidak sekadar mengajak masyarakat mengenang masa lalu, tetapi juga memahami nilai, karakter, dan kebijaksanaan para pendahulu sebagai inspirasi dalam membangun masa depan.

Ia menegaskan, perpustakaan dan pustakawan memiliki peran strategis sebagai pusat pengetahuan, ruang pembelajaran sepanjang hayat, sekaligus penjaga memori kolektif bangsa.

"Melalui dokumentasi, preservasi, dan diseminasi informasi yang berkualitas, sejarah Ternate sebagai Kota Rempah akan terus hidup dan menginspirasi generasi kini maupun mendatang," ujar Rizal, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....