Siapkan SDM Unggul, PUPR Malut Sertifikasi 100 Tenaga Ahli Konstruksi
- 03 Agt 2026 09:38 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Ternate - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Maluku Utara menggelar Pelatihan dan Uji Sertifikasi Tenaga Ahli Konstruksi di Bela Hotel Ternate, 3–6 Agustus 2026. Kegiatan dibuka langsung Wakil Gubernur Sarbin Sehe, Senin 3 Agustus 2026.
Program ini menjadi langkah strategis Gubernur Sherly Tjoanda dan Wagub Sarbin Sehe, untuk memperkuat kapasitas aparatur teknis di tengah meningkatnya kebutuhan pembangunan infrastruktur di Maluku Utara.
Pelatihan tersebut diikuti 100 peserta yang berasal dari lingkungan Dinas PUPR Provinsi Maluku Utara. Mereka dibagi ke dalam lima bidang keahlian, yakni teknik bangunan gedung, perencanaan jembatan rangka baja, teknik pantai, teknik irigasi, dan teknik air minum, masing-masing sebanyak 20 orang.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Dinas PUPR Provinsi Maluku Utara, Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum, serta Balai Jasa Konstruksi Wilayah VII Jayapura. Selain pembekalan teori, peserta juga menjalani uji kompetensi oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) berlisensi sehingga memperoleh pengakuan kompetensi sesuai standar nasional.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas PUPR Provinsi Maluku Utara, Risman Iriyanto Djafar, mengatakan peningkatan kualitas SDM menjadi bagian penting dari pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.
“Keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran, tetapi juga kualitas sumber daya manusianya. Karena itu kami mendorong seluruh tenaga teknis memiliki kompetensi dan sertifikasi agar setiap perencanaan, pelaksanaan hingga pengawasan proyek infrastruktur di Maluku Utara semakin profesional, akuntabel, dan sesuai standar.”

Sementara itu, Ketua Pelaksana kegiatan yang juga Kepala Bidang Jasa Konstruksi Dinas PUPR Provinsi Maluku Utara, Saiful Amin, menjelaskan pelatihan ini menjadi bagian dari implementasi Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi yang mewajibkan tenaga kerja konstruksi memiliki Sertifikat Kompetensi Kerja (SKK).
Menurutnya, sertifikasi tidak hanya meningkatkan kemampuan individu, tetapi juga memperkuat kesiapan daerah dalam menghadapi kebutuhan pembangunan yang semakin kompleks.
“Pelatihan ini tidak berhenti pada pembekalan materi. Seluruh peserta akan mengikuti asesmen kompetensi oleh LSP sehingga nantinya memiliki sertifikat keahlian yang diakui. Harapannya, Maluku Utara memiliki lebih banyak tenaga ahli konstruksi yang siap mendukung pembangunan daerah secara profesional,” ucap Saiful.
Pelatihan menghadirkan narasumber dari berbagai instansi dan perusahaan konstruksi nasional, di antaranya PT PP, PT Brantas Abipraya, PT Adhi Karya, PT Hutama Karya, PT Wijaya Karya, Balai Wilayah Sungai Maluku Utara, Universitas Khairun, serta organisasi profesi konstruksi.
Melalui program ini, Pemerintah Provinsi Maluku Utara berharap kualitas tenaga konstruksi daerah semakin meningkat sehingga mampu menghasilkan pembangunan infrastruktur yang lebih aman, berkualitas, dan berdaya saing.
Kegiatan ini dihadiri Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Konstruksi, Nanan Abidin, Kepala Balai Jasa Konstruksi Wilayah VII, Jayapura, dan Kepala Biro Adpim, serta para peserta.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....