Dinkes Kota Ternate Gelar Koordinasi Sukseskan BIAS dan KIPI

  • 29 Jul 2026 07:28 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Ternate - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Ternate menggelar Pertemuan Koordinasi Stakeholder dalam rangka dukungan pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) serta surveilans Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Kegiatan ini bertujuan untuk menggalang komitmen lintas sektor serta memperkuat kesiapan penanganan dampak imunisasi di seluruh wilayah Kota Ternate.

Kepala Seksi Surveilans Dinkes Kota Ternate, Irwan Mustofa, menyatakan bahwa peserta yang diundang dalam pertemuan koordinasi ini mencakup Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, lintas sektor, serta para kepala sekolah.

“Peserta yang kita undang untuk menjadi peserta pada kegiatan pertemuan koordinasi stakeholder ini adalah lintas sektor terkait ditambah dengan OPD terkait seperti Dinas Pendidikan Kota Ternate, Dinas Kesehatan Kota Ternate, dan Kantor Kementerian Agama Kota Ternate,” ujar Irwan saat ditemui di sela-sela kegiatan, Selasa, 28 Juli 2026.

Irwan menambahkan, unsur lintas sektor lain seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI), insan pers/wartawan jurnalis, serta kepala sekolah dasar yang capaian BIAS tahun lalu belum memenuhi target juga turut dihadirkan. Menurutnya, peserta sekolah yang diundang merupakan hasil mapping (pemetaan) Dinas Kesehatan Kota Ternate pada tahun 2025 lalu.

Target utama dari pertemuan tersebut adalah melahirkan kesepakatan atau Nota Kesepahaman (MoU) antarpeserta. Langkah ini diambil guna memastikan ketercapaian target imunisasi dan meminimalisir risiko Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I).

“Target yang kita mau capai adalah adanya kesepakatan atau MoU para peserta yang hadir untuk bersama-sama mensukseskan BIAS pada tahun 2026 ini. Kedua, adanya dukungan dari lintas sektor, lintas program, maupun organisasi profesi dalam mensukseskan BIAS,” ucapnya.

Sesuai dengan amanat SKB 4 Menteri, pelaksanaan BIAS merupakan agenda rutin tahunan yang diselenggarakan sebanyak dua kali dalam setahun, yakni pada bulan Agustus dan November. Program ini telah masuk dalam kurikulum sekolah dasar dan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) sejak tahun 1997. Dalam pelaksanaannya, Dinkes Kota Ternate menetapkan target capaian merata di atas 90 persen di seluruh kecamatan, RT, dan RW tanpa menerapkan sistem pilot project daerah tertentu.

Terkait kekhawatiran masyarakat, Irwan tidak menampik bahwa isu hoaks dan kecemasan orang tua terhadap efek samping demam pasca-imunisasi masih menjadi tantangan di lapangan. Oleh karena itu, Dinkes Kota Ternate telah menyiapkan langkah antisipasi penanganan KIPI melalui petugas juru imunisasi di setiap wilayah kerja. (Mahasiswa PPL IAIN Ternate - Herlina & Hikmah).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....