Guru Madrasah Maluku Utara jadi Delegasi Forum Internasional di Tiongkok
- 28 Jul 2026 12:23 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Ternate - Joni Patrumsari, guru Bahasa Inggris di MAN 1 Kepulauan Sula menjadi salah satu delegasi Indonesia dalam Seminar on Digital Literacy Improvement for Primary and Secondary School Teachers and Principals from BRICS Countries, yang berlangsung di Republik Rakyat Tiongkok pada tanggal, 4–23 Juli 2026. Program yang diselenggarakan oleh Northeast Normal University ini mempertemukan guru dan kepala sekolah dari berbagai negara untuk berbagi praktik terbaik dalam transformasi pendidikan berbasis digital.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara, H. Amar Manaf, menyampaikan rasa bangga atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan guru MAN 1 Kepulauan Sula menembus seleksi internasional menjadi bukti bahwa sumber daya manusia Kementerian Agama di Maluku Utara memiliki kualitas dan daya saing di tingkat global.
“Kami sangat bangga memiliki guru-guru yang tidak hanya berdedikasi dalam mendidik, tetapi mempunyai semangat belajar tinggi untuk mengasah kemampuannya. Pengalaman yang diperoleh selama mengikuti seminar di Tiongkok tidak berhenti sebagai prestasi pribadi, tetapi menjadi inspirasi, energi baru dan ditularkan sehingga mampu mempercepat transformasi pendidikan madrasah di Maluku Utara," ujar Amar Manaf.
Sementara itu, Joni Patrumsari mengatakan seleksi berlangsung sangat ketat dan sepenuhnya berbasis merit. Tahap pertama dimulai dengan proses endorsement dari Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia, kemudian diseleksi oleh mitra pembangunan Kedutaan Besar Tiongkok, hanya 15 delegasi Indonesia yang akhirnya terpilih, terdiri atas guru dan kepala sekolah dari delapan provinsi di Indonesia.
“Dalam forum internasional saya diberikan kesempatan untuk mempresentasikan sistem pendidikan di MAN 1 Sula, kondisi pendidikan nasional, sekaligus memperkenalkan praktik pembelajaran digital yang telah diterapkan di daerah kepulauan. Tidak hanya belajar di ruang seminar, peserta juga diajak mengunjungi sekolah-sekolah laboratorium yang terintegrasi dengan Northeast Normal University, melihat secara langsung bagaimana teknologi menjadi bagian dari budaya belajar,” ujar Joni.
Selama 20 hari di Kota Changchun, Provinsi Jilin, para peserta mengikuti seminar intensif, perkuliahan dan focus group discussion yang membahas perkembangan teknologi pendidikan, kepemimpinan sekolah, hingga etika penggunaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam proses pembelajaran. Menghadirkan profesor, peneliti, serta praktisi pendidikan dari Northeast Normal University, salah satu universitas pendidikan terbaik di Tiongkok yang menempati peringkat ketiga di bidang Pendidikan.
Ruang kelas dilengkapi pena digital berkamera yang mampu merekam jawaban siswa secara langsung, smart scanner, hingga smartboard interaktif. Lingkungan sekolah pun dirancang secara menyeluruh untuk mendukung perkembangan peserta didik, mulai dari kebun edukasi, fasilitas olahraga indoor dan outdoor, hingga ruang student wellbeing yang dirancang khusus sebagai tempat siswa mengelola stres melalui berbagai aktivitas terapeutik.
Pengalaman tersebut memberikan perspektif baru bahwa transformasi digital bukan sekadar menghadirkan perangkat teknologi, melainkan membangun ekosistem pendidikan yang berpusat pada kebutuhan peserta didik. Pembelajaran kemudian berlanjut melalui studi lapangan di Beijing dan Shanghai, untuk mempelajari tempat Sejarah dan kebudayaan disana, serta mengikuti kuliah singkat di Shanghai University, mengenai pemanfaatan kecerdasan buatan dalam industri kreatif, mulai dari perfilman, periklanan hingga animasi.
Rangkaian kunjungan tersebut memperlihatkan bagaimana kemajuan teknologi dapat berjalan beriringan dengan pelestarian budaya dan pembangunan sumber daya manusia. Bagi guru MAN 1 Kepulauan Sula, pengalaman tersebut bukan sekadar perjalanan ke luar negeri, melainkan amanah untuk membawa pulang gagasan, inovasi, dan semangat perubahan bagi dunia pendidikan di tanah air khususnya di Maluku Utara.
Gambaran kota masa depan yang futuristis dan sarat teknologi menjadi inspirasi tentang pentingnya visi jangka panjang dalam pembangunan. Dari ruang kelas di Kepulauan Sula menuju forum pendidikan internasional, langkah tersebut menjadi bukti bahwa investasi terbesar dalam pendidikan bukan hanya membangun gedung, tetapi menghadirkan guru yang terus belajar, terus bertumbuh, dan siap membawa perubahan bagi generasi masa depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....