BMKG Gelar Sekolah Lapang di Halbar, Perkuat Keselamatan dan Ekonomi Nelayan
- 27 Jul 2026 15:03 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Ternate - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) akan menggelar Sekolah Lapang di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, pada Selasa, 28 Juli 2026. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Babullah Ternate dan Stasiun Geofisika Kelas III Ternate.
Dalam pelaksanaannya, BMKG akan menyelenggarakan dua kegiatan secara bersamaan, yakni Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) serta Sekolah Lapang Gempa Bumi dan Tsunami. Kegiatan dipusatkan di Kantor Bupati Halmahera Barat dengan melibatkan masyarakat, nelayan, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Babullah Ternate, Desindra Dedy Kurniawan, mengatakan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat pesisir terhadap informasi cuaca dan iklim yang diterbitkan BMKG. Menurutnya, peserta yang mengikuti kegiatan diharapkan mampu menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.
Ia menjelaskan, para nelayan yang telah memperoleh pengetahuan dari BMKG diharapkan dapat membagikan informasi tersebut kepada kelompok nelayan lainnya. Dengan demikian, pemanfaatan informasi cuaca dapat menjangkau lebih banyak masyarakat pesisir dan meningkatkan keselamatan saat melaut.
Selain aspek keselamatan, BMKG juga menargetkan peningkatan kesejahteraan nelayan melalui pemanfaatan informasi kelautan. Desindra mengatakan Indonesia memiliki potensi sumber daya laut yang sangat besar sehingga perlu didukung dengan informasi yang tepat agar hasil tangkapan nelayan semakin optimal.
Salah satu layanan yang diperkenalkan kepada peserta adalah informasi potensi daerah penangkapan ikan yang disusun berdasarkan teknologi satelit. Data tersebut memanfaatkan parameter seperti suhu permukaan laut, konsentrasi klorofil, dan keberadaan plankton yang menjadi indikator lokasi berkumpulnya ikan.
Menurut Desindra, informasi tersebut disajikan dalam bentuk peta spasial yang dapat diakses melalui platform InaWIS BMKG. Dengan memanfaatkan data tersebut, nelayan tidak lagi sekadar mencari ikan, melainkan dapat langsung menuju lokasi yang berpotensi memiliki hasil tangkapan lebih banyak.
"Konsepnya bukan lagi mencari ikan, tetapi menangkap ikan. Selain meningkatkan keselamatan, kami juga ingin membantu meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya para nelayan," ujarnya dalam dialog interaktif di Pro 1 RRI Ternate, Senin, 27 Juli 2026.
Sementara itu, Kepala Stasiun Geofisika Kelas III Ternate menjelaskan, Jailolo dipilih sebagai lokasi Sekolah Lapang Gempa Bumi dan Tsunami karena wilayah tersebut berada dekat dengan sumber-sumber gempa aktif di kawasan Laut Maluku. Kawasan ini dipengaruhi oleh sistem subduksi Sangihe, Halmahera, dan Mayau yang berpotensi memicu gempa bumi berkekuatan besar.
Ia menyebutkan, aktivitas tiga zona subduksi tersebut menjadi salah satu penyebab gempa bumi besar yang terjadi pada 2 April 2026. "Kondisi tersebut juga meningkatkan potensi terjadinya tsunami sehingga masyarakat perlu memiliki pengetahuan dan kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana," kata Erik, sapaannya.
Melalui Sekolah Lapang Gempa Bumi dan Tsunami, peserta akan mendapatkan literasi mengenai penyebab gempa bumi, karakteristik patahan dan lempeng aktif di wilayah Halmahera Barat, serta langkah-langkah yang harus dilakukan ketika terjadi gempa maupun potensi tsunami. Edukasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap risiko kebencanaan di daerahnya.
Selain penyampaian materi, BMKG juga akan menggelar simulasi penanganan bencana yang melibatkan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan. Simulasi tersebut bertujuan memperkuat koordinasi antarlembaga, mulai dari proses pengambilan keputusan hingga penyebarluasan informasi gempa bumi dan peringatan dini tsunami kepada masyarakat.
Peserta juga akan mengikuti simulasi evakuasi saat terjadi gempa bumi sebagai bagian dari peningkatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana. Melalui kegiatan ini, BMKG berharap terbentuk masyarakat yang lebih tangguh, siap siaga, serta mampu memanfaatkan informasi cuaca dan kebencanaan untuk mendukung keselamatan sekaligus meningkatkan kesejahteraan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....