Perempuan di Desa Tiley Morotai Diperkuat Hadapi Bencana Gempa
- 19 Agt 2026 13:28 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Ternate–Perempuan di Desa Tiley Pantai, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, diperkuat kapasitasnya dalam menghadapi potensi bencana gempa bumi dan tsunami.
Penguatan kapasitas tersebut dilakukan melalui program pengabdian kepada masyarakat yang berlangsung di Kantor Desa Tiley Pantai. Anggota Sekolah Perempuan Sambe tidak hanya mendapatkan pelatihan mitigasi bencana, tetapi juga dilibatkan dalam pengembangan sistem komunikasi kebencanaan serta pemetaan jalur evakuasi berbasis teknologi.

Program tersebut dilaksanakan melalui kegiatan “Pemberdayaan Sekolah Perempuan Sambe melalui Mitigasi Bencana dan Perencanaan Jalur Evakuasi Terpendek Berbasis GIS.”
Kegiatan ini melibatkan tim pengabdian, Pemerintah Desa Tiley Pantai, Direktur Lembaga Bantuan Hukum Perempuan dan Anak (LBH PA) Morotai, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Morotai, serta anggota Sekolah Perempuan Sambe.
Program tersebut didanai melalui hibah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun Anggaran 2026 melalui Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat, ruang lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat.
Program dilaksanakan oleh tim lintas perguruan tinggi. Ketua tim, Rauman Mahmud, merupakan dosen Universitas Pasifik Morotai. Tim juga melibatkan Ariestha Widyastuty Bustan, dosen Universitas Pasifik Morotai, serta Abdul Mubarak, dosen Universitas Khairun.
Direktur LBH PA Morotai, Djuniar, mengatakan penguatan kapasitas masyarakat melalui pelatihan mitigasi bencana sangat penting, terutama bagi masyarakat yang berada di wilayah berpotensi terdampak gempa bumi dan tsunami.
“Salah satu inovasi penting dalam program ini adalah pembentukan WhatsApp Group mitigasi bencana Desa Tiley. Grup tersebut dikelola oleh Sekolah Perempuan Sambe dan melibatkan perwakilan keluarga, perangkat Desa Tiley Pantai, tim pengabdian, LBH PA Morotai, serta BMKG wilayah pemantauan Maluku Utara,” kata Djuniar, Rabu 19 Agustus 2026.
Menurutnya, WhatsApp Group tersebut menjadi sarana komunikasi komunitas untuk berbagi informasi kebencanaan, menyampaikan peringatan dini, membahas langkah penyelamatan, serta melakukan koordinasi apabila terjadi kondisi darurat.
Sementara itu, Sekretaris Desa Tiley Pantai, Toni Tonengan, menjelaskan program tersebut juga menghadirkan inovasi berupa pemetaan jalur evakuasi berbasis Geographic Information System (GIS).
“Tim melakukan pengumpulan data koordinat lokasi dan jaringan jalan sebagai dasar penyusunan peta jalur evakuasi. Menariknya, dalam menentukan jalur evakuasi, tim mengintegrasikan konsep teori graf dan prinsip jalur terpendek atau shortest path,” ujarnya.
Dia menambahkan, pendekatan tersebut lokasi-lokasi penting dan titik kumpul direpresentasikan sebagai titik, sedangkan ruas jalan yang menghubungkan lokasi-lokasi tersebut direpresentasikan sebagai sisi. “Dengan pendekatan ini, jalur menuju lokasi aman dapat dianalisis berdasarkan jaringan jalan yang tersedia,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....