Halteng Siapkan Strategi Terpadu Tekan Stunting
- 26 Jul 2026 05:08 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Weda – Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah memperkuat strategi pembangunan keluarga sebagai fondasi peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Pendekatan yang mengintegrasikan penanganan stunting, perlindungan ibu dan anak, pendidikan, hingga penguatan ketahanan keluarga dinilai selaras dengan arah kebijakan nasional yang diusung Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).
Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Pelaksana Tugas Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku Utara, Ansar Djainahu, dan Bupati Halmahera Tengah, Ikram Malan Sangadji, di Weda.
Bupati Ikram menegaskan, keberhasilan pembangunan keluarga tidak dapat dilakukan secara parsial. Seluruh program harus bertumpu pada data yang akurat agar setiap intervensi benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, sinkronisasi data antarorganisasi perangkat daerah harus diperkuat, termasuk kolaborasi antara tenaga kesehatan dan penyuluh keluarga berencana di lapangan agar penanganan keluarga berisiko stunting lebih tepat sasaran.
“Ukuran kemajuan daerah bukan hanya pembangunan fisik, tetapi bagaimana kita mampu melahirkan keluarga yang sehat, sejahtera, tangguh, dan berkualitas,” ujar Ikram, Minggu 26 Juli 2026.
Sebagai bentuk implementasi, Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah telah menjalankan sejumlah program yang menyasar langsung keluarga. Di antaranya pemberian insentif bagi ibu hamil dan ibu menyusui selama 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) untuk menekan angka stunting, serta penyediaan seragam sekolah gratis bagi peserta didik mulai dari PAUD hingga SMA/SMK guna meringankan beban ekonomi keluarga.
Selain itu, pemerintah daerah juga mengintegrasikan program ketahanan keluarga dengan peningkatan gizi masyarakat melalui sektor pertanian, pembangunan rumah layak huni, hingga penyaluran bantuan sosial bagi keluarga yang membutuhkan.
Plt Kepala Perwakilan BKKBN Maluku Utara, Ansar Djainahu, menilai berbagai kebijakan yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah memiliki keterkaitan kuat dengan program prioritas nasional pembangunan keluarga.
Salah satu langkah yang mendapat perhatian adalah komitmen pemerintah daerah membentuk kelompok TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak), termasuk di kawasan industri dan Kota Weda. Program ini diharapkan menjadi solusi bagi keluarga pekerja dalam memperoleh layanan pengasuhan anak yang aman dan berkualitas.
Menurut Ansar, kolaborasi tersebut membuka peluang lahirnya model pembangunan keluarga yang lebih terintegrasi di Maluku Utara, terutama di daerah industri yang menghadapi tantangan pertumbuhan penduduk dan meningkatnya kebutuhan layanan keluarga.
Dengan penyelarasan program antara pemerintah pusat dan daerah, upaya percepatan penurunan stunting, peningkatan kualitas pengasuhan anak, serta penguatan ketahanan keluarga di Halmahera Tengah diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas SDM di Maluku Utara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....