BKKBN Malut Hadirkan Tujuh Taman Asuh Ramah Anak, Perkuat Perlindungan Anak
- 25 Jul 2026 07:24 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID. Sofifi – Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Provinsi Maluku Utara memperkuat upaya perlindungan anak melalui pembentukan tujuh Kelompok Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) yang tersebar di lima kabupaten/kota. Program ini menjadi bagian dari strategi membangun lingkungan pengasuhan yang aman, ramah, dan bebas dari kekerasan.
Pelaksana Tugas Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Maluku Utara, Ansar Djainahu, mengatakan perlindungan anak harus dimulai dari keluarga. Menurutnya, anak bukan hanya penerima manfaat pembangunan, tetapi juga memiliki hak untuk tumbuh, didengar, dan berpartisipasi sesuai dengan usia serta tingkat kematangannya.
“Anak bukan sekadar objek pembangunan, melainkan subjek pembangunan yang memiliki hak untuk berpartisipasi sesuai dengan usia dan tingkat kematangannya,” ujar Ansar kepada rri.co.id, di Sofif, Sabtu 25 Juli 2026.
Ia menjelaskan, pembentukan tujuh kelompok TAMASYA merupakan kontribusi nyata BKKBN Maluku Utara dalam memperkuat sistem pengasuhan berbasis keluarga dan komunitas.
Ketujuh kelompok tersebut tersebar di Kota Ternate sebanyak tiga kelompok, Kota Tidore Kepulauan satu kelompok, Kabupaten Halmahera Selatan satu kelompok, Kabupaten Halmahera Timur satu kelompok, serta Kabupaten Pulau Taliabu satu kelompok.
Selain menghadirkan ruang pengasuhan yang lebih ramah anak, BKKBN Maluku Utara juga terus mengembangkan edukasi kepada orang tua mengenai pola asuh positif yang mengedepankan kasih sayang, komunikasi, dan perlindungan dari segala bentuk kekerasan.
Ansar menegaskan, pengasuhan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab ibu, tetapi membutuhkan keterlibatan ayah dan seluruh anggota keluarga agar tumbuh kembang anak berlangsung secara optimal.
Program tersebut sejalan dengan tema Hari Anak Nasional 2026, “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan,” yang diwujudkan melalui Gerakan Nasional Ruang Aman Nyaman Anak (GERNAS RANA). Gerakan ini mengintegrasikan upaya pencegahan kekerasan terhadap anak, pemenuhan hak anak, penguatan keluarga, keamanan ruang digital, hingga respons cepat terhadap kasus kekerasan.
BKKBN Maluku Utara juga mendukung kampanye BERLIAN (Bersama Lindungi Anak) yang mengajak pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan keluarga untuk menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi anak.
Melalui penguatan program pengasuhan dan perlindungan anak berbasis keluarga, BKKBN berharap angka kekerasan terhadap anak dapat ditekan, sekaligus membangun generasi yang sehat, terlindungi, dan berkualitas sebagai modal pembangunan di masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....