Kemendukbangga Malut Perkuat Pengasuhan Positif Peringati HAN 2026

  • 31 Jul 2026 04:44 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Sofifi – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Perwakilan Maluku Utara memanfaatkan momentum Hari Anak Nasional (HAN) 2026 untuk memperkuat edukasi pengasuhan positif kepada keluarga. Langkah tersebut dinilai penting karena kualitas pengasuhan menjadi fondasi utama dalam membentuk kesehatan mental, karakter, dan ketahanan anak sejak usia dini.

Komitmen itu diwujudkan melalui penyelenggaraan Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) di Keluarga Berkualitas (KERABAT) Seri 2 tingkat Provinsi Maluku Utara yang digelar secara daring, Selasa 28 Juli 2026. Kegiatan mengusung tema “Anak Hebat Dimulai dari Pengasuhan yang Sehat: Membangun Kelekatan, Komunikasi, dan Ketahanan Mental Anak.”

Kegiatan diikuti pengelola dan pengasuh TAMASYA, Penyuluh Keluarga Berencana, kader Bina Keluarga Balita (BKB), organisasi mitra, serta para orang tua dari berbagai kabupaten dan kota di Maluku Utara.

Plt. Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Maluku Utara yang dibacakan Ketua Tim Kerja Umum dan Barang Milik Negara (BMN), Harwati, ditegaskan bahwa Hari Anak Nasional menjadi momentum untuk mengingatkan kembali pentingnya keluarga sebagai lingkungan pertama dan utama dalam membentuk karakter anak.

“Anak hebat tidak lahir secara kebetulan, tetapi tumbuh dari pengasuhan yang sehat, penuh kasih sayang, komunikasi yang hangat, dan kelekatan yang kuat antara orang tua dengan anak,” ujarnya.

Menurut Harwati, melalui Program TAMASYA di KERABAT, BKKBN ingin mendorong semakin banyak keluarga memahami pentingnya membangun ketahanan mental anak sejak dini agar lahir generasi yang sehat, tangguh, berkarakter, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.

Psikolog dari Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Maluku Utara, Nirmala Irianti Fatati, yang menjadi narasumber, menjelaskan bahwa pengasuhan sehat bertumpu pada tiga pilar utama, yaitu kelekatan emosional, komunikasi yang efektif, dan ketahanan mental anak.

Ia menjelaskan, kelekatan emosional yang dibangun melalui kasih sayang, perhatian, dan kehadiran orang tua akan menciptakan rasa aman yang mendukung perkembangan sosial, emosional, dan kognitif anak. Sementara komunikasi yang terbuka dan penuh empati membantu anak membangun rasa percaya diri serta kemampuan menyelesaikan persoalan secara positif.

Selain itu, keluarga juga memiliki peran penting dalam membangun ketahanan mental anak melalui lingkungan yang aman, nyaman, bebas dari kekerasan, dan mampu mendukung anak menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

BKKBN Maluku Utara menilai peningkatan kapasitas orang tua dalam menerapkan pola pengasuhan positif merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Melalui Program TAMASYA, pemerintah berharap semakin banyak keluarga menerapkan praktik pengasuhan yang sehat dalam kehidupan sehari-hari sehingga setiap anak memperoleh hak atas kasih sayang, perlindungan, pengasuhan yang berkualitas, serta kesempatan tumbuh dan berkembang secara optimal.

Program ini menjadi bagian dari strategi Kemendukbangga/BKKBN dalam membangun keluarga berkualitas sekaligus menyiapkan Generasi Emas Indonesia 2045 melalui penguatan peran keluarga sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....