KADIN Malut Diminta Ubah Ledakan Ekonomi Jadi Kesejahteraan UMKM
- 25 Jul 2026 21:05 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Ternate - Di tengah laju pertumbuhan ekonomi Maluku Utara yang mencapai 19,6 persen pada kuartal I 2026, jauh melampaui rata-rata nasional, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda menegaskan bahwa tantangan terbesar bukan lagi menarik investasi, melainkan memastikan manfaatnya benar-benar dinikmati pelaku usaha lokal dan UMKM.
Pesan tersebut disampaikan Sherly saat menghadiri pelantikan pengurus Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Maluku Utara periode 2026–2031 yang dipimpin Ketua Umum KADIN Indonesia Anindya N. Bakrie di Bella Hotel, Ternate, Sabtu 25 Juli 2026.
Dalam kesempatan itu, Muksin Thalib resmi dilantik sebagai Ketua Umum KADIN Maluku Utara menggantikan Adam Marsaoly.
Sherly mengatakan Maluku Utara kini menjadi salah satu tujuan investasi terbesar di Indonesia dengan nilai investasi mencapai puluhan miliar dolar Amerika Serikat. Namun, menurutnya, besarnya arus modal harus diikuti peningkatan kapasitas pelaku usaha lokal agar mampu masuk dalam rantai pasok industri.
“Pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak boleh berhenti sebagai angka statistik. Yang harus kita wujudkan adalah bagaimana UMKM naik kelas, kualitas sumber daya manusia meningkat, serta hasil pertanian, perikanan, dan pangan lokal terserap oleh industri,” ujarnya.
Gubernur mengungkapkan, komitmen tersebut juga ditunjukkan saat mendampingi jajaran KADIN Indonesia bersama sejumlah pengusaha nasional meninjau kawasan industri Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) di Kabupaten Halmahera Tengah.
Menurut Sherly, ekspansi kawasan industri telah memicu lonjakan kebutuhan logistik, perumahan, hingga pasokan pangan. Ia mencontohkan populasi Halmahera Tengah yang meningkat dari sekitar 30 ribu menjadi hampir 100 ribu jiwa akibat perkembangan industri.
Namun, ia menyoroti masih tingginya ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah.
Sekitar 95 persen kebutuhan ritel di kawasan industri, kata dia, masih dipenuhi dari luar Maluku Utara. Kondisi tersebut dinilai menjadi peluang besar bagi pengusaha lokal untuk masuk ke sektor penyediaan telur, daging ayam, sayuran, logistik antarpulau hingga kebutuhan pendukung lainnya.
Karena itu, Sherly meminta KADIN Maluku Utara mengurangi kegiatan seremonial dan lebih fokus pada program peningkatan kapasitas pelaku usaha, akses pembiayaan, serta pendampingan UMKM agar mampu bersaing di tengah derasnya investasi.
“Kita ingin pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Jika pengusaha lokal berkembang dan memperoleh manfaat dari investasi, maka kesejahteraan masyarakat juga akan meningkat,” katanya.
Ketua Umum KADIN Indonesia Anindya N. Bakrie mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi Maluku Utara dalam membangun iklim investasi yang kondusif. Ia menilai kepemimpinan Sherly Tjoanda memiliki visi ekonomi yang kuat dan mampu menjembatani kebutuhan dunia usaha dengan pemerintah daerah.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Luar Negeri KADIN Indonesia James Riady menyatakan ketertarikannya menjajaki investasi di Maluku Utara, terutama pada sektor perumahan rakyat, layanan kesehatan, dan pendidikan.
Ketua Umum KADIN Maluku Utara Muksin Thalib menegaskan organisasinya siap menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam memperkuat ekosistem investasi sekaligus memperluas peluang bagi pengusaha lokal agar menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi yang tengah berlangsung.
Pelantikan pengurus KADIN Maluku Utara periode 2026–2031 ditutup dengan komitmen bersama untuk mempercepat realisasi investasi lintas sektor, memperkuat kemitraan dengan UMKM, serta mendorong pemerataan manfaat ekonomi bagi masyarakat Maluku Utara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....