Malut Pede Jadi Magnet Investasi Nasional, Sarbin Ajak KADIN Percepat Hilirisasi
- 25 Jul 2026 13:45 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Ternate – Pemerintah Provinsi Maluku Utara menegaskan ambisinya menjadikan daerah ini sebagai salah satu pusat investasi baru di Indonesia. Di tengah capaian pertumbuhan ekonomi dan investasi yang terus meningkat, pemerintah daerah kini mengajak dunia usaha memperluas investasi ke sektor-sektor produktif di luar pertambangan agar manfaat ekonomi dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Komitmen tersebut disampaikan Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, saat membuka Forum Bisnis dan Musyawarah Provinsi (Muprov) V Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Maluku Utara di Bella Hotel, Ternate, Sabtu 25 Juli 2026.
Mengusung tema “Bersatu, Berkolaborasi, Berdaya Saing Membangun Maluku Utara Maju”, forum itu dihadiri jajaran pengurus KADIN Indonesia, Forkopimda, ketua KADIN kabupaten/kota, pimpinan organisasi perangkat daerah, asosiasi pengusaha, hingga instansi vertikal.
Dalam sambutannya, Sarbin menyebut Maluku Utara memiliki modal kuat untuk menjadi tujuan investasi nasional. Selain mencatat pertumbuhan ekonomi yang tinggi, provinsi ini juga menjadi salah satu daerah dengan realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) yang terus meningkat.
“Angka pertumbuhan ekonomi dan daya tarik investasi kita merupakan fakta yang tidak diragukan lagi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Maluku Utara menyediakan ruang yang humanis, adil, rukun, dan harmonis bagi para pelaku usaha,” ujar Sarbin.
Meski demikian, pemerintah daerah menilai pertumbuhan ekonomi yang tinggi harus diikuti dengan pemerataan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, Pemprov Maluku Utara mendorong KADIN mengambil peran lebih besar dalam mempercepat hilirisasi industri dan melahirkan pelaku usaha baru.
Sarbin mengatakan, pembangunan ekonomi ke depan tidak hanya bertumpu pada sektor pertambangan. Pemerintah juga mulai mengembangkan sektor manufaktur berbasis sumber daya lokal, seperti industri pengolahan hasil perikanan, pertanian, hingga pakan ternak.
Selain itu, pembangunan infrastruktur dan konektivitas antarwilayah terus dipacu agar mampu mendukung distribusi barang, investasi, dan aktivitas ekonomi di seluruh wilayah kepulauan.
“Kami berharap KADIN mampu menghadirkan industri terintegrasi yang menyerap potensi daerah sehingga pertumbuhan ekonomi benar-benar memberikan kesejahteraan bagi masyarakat Maluku Utara,” katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi KADIN Indonesia, Taufan Eko Nugroho Rotorasiko, menilai capaian pertumbuhan ekonomi Maluku Utara merupakan peluang besar yang harus dimanfaatkan untuk membangun ekosistem bisnis yang lebih inklusif.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang tinggi merupakan modal penting untuk menarik investasi baru ke berbagai sektor, tidak hanya industri hilirisasi tambang, tetapi juga pariwisata, ekonomi kreatif, dan sektor kelautan.
“KADIN Indonesia siap menjembatani potensi pengusaha daerah dengan investor nasional maupun internasional agar pertumbuhan ekonomi dapat mengalir ke sektor-sektor produktif lainnya,” ujar Taufan.
Ia juga menyoroti besarnya potensi wisata bahari Maluku Utara, termasuk destinasi selam dan kekayaan kuliner lokal, yang dinilai memiliki peluang besar berkembang menjadi destinasi investasi berkelas dunia.
Melalui Musyawarah Provinsi V KADIN Maluku Utara, pemerintah berharap lahir kepengurusan baru yang mampu menjadi mitra strategis dalam memperkuat iklim investasi, mempercepat pembangunan infrastruktur, dan mendorong transformasi ekonomi daerah menuju pertumbuhan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....