Hari Anak Nasional, Wagub Sarbin Tegaskan Komitmen Malut Ramah Anak

  • 23 Jul 2026 11:59 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Sofifi – Pemerintah Provinsi Maluku Utara menegaskan komitmennya memperkuat perlindungan dan pemenuhan hak anak melalui peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 tingkat provinsi yang digelar di SD Negeri 02 Guraping, Sofifi, Kamis 23 Juli 2026.

Wakil Gubernur Maluku Utara, H. Sarbin Sehe, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berkolaborasi menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, dan ramah bagi anak sebagai bagian dari upaya membangun generasi masa depan yang berkualitas.

Peringatan HAN 2026 mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan” dan diikuti ratusan siswa sekolah dasar dengan berbagai kegiatan edukatif serta permainan tradisional.

Saat membacakan sambutan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Sarbin menegaskan bahwa tema Hari Anak Nasional bukan sekadar slogan, melainkan pengingat bahwa setiap anak memiliki hak untuk tumbuh, berkembang, dan menyampaikan pendapat sesuai usia serta tingkat kematangannya.

“Anak bukan hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga subjek pembangunan yang memiliki hak untuk berpartisipasi sesuai usia dan tingkat kematangannya,” kata Sarbin.

Ia menekankan bahwa investasi terbaik bagi masa depan bangsa dimulai dari pemenuhan hak-hak anak, termasuk hak memperoleh perlindungan, pendidikan, kesehatan, dan ruang untuk berkembang secara optimal.

Senada dengan itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Maluku Utara, Hairia, mengatakan perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama. Menurutnya, anak harus terbebas dari berbagai bentuk kekerasan, eksploitasi, penelantaran, diskriminasi, perundungan, hingga praktik perkawinan anak, baik di dunia nyata maupun di ruang digital.

“Perlindungan anak tidak dapat diwujudkan oleh pemerintah semata. Dibutuhkan kolaborasi dan gotong royong seluruh elemen bangsa, dimulai dari keluarga sebagai pelindung pertama dan utama, satuan pendidikan, masyarakat, dunia usaha, media massa, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama dan tokoh adat, akademisi, hingga pemerintah pusat dan daerah,” ujar Hairia.

Usai membuka kegiatan, Sarbin bersama Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Maluku Utara, Kepala DP3A, dan Ketua Dharma Wanita Persatuan meninjau berbagai perlombaan yang diikuti para siswa.

Beragam permainan tradisional seperti kasti, cenge-cenge, dan lompat tali menjadi daya tarik dalam peringatan HAN tahun ini. Menurut Sarbin, permainan tradisional tidak hanya melestarikan budaya lokal, tetapi juga mampu melatih kemampuan motorik, kerja sama, sportivitas, serta mempererat interaksi sosial anak di tengah meningkatnya penggunaan gawai.

Keceriaan peserta tampak dari antusiasme mereka mengikuti setiap perlombaan. Salah satunya Imran (9), siswa kelas IV SD yang mengaku senang dapat berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

“Kegiatan seperti ini membuat kami lebih percaya diri, bisa belajar bekerja sama, dan menjadi motivasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik tanpa smartphone,” ujar Imran.

Melalui peringatan Hari Anak Nasional ke-42, Pemerintah Provinsi Maluku Utara berharap sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, masyarakat, dunia usaha, media, perguruan tinggi, serta seluruh pemangku kepentingan semakin kuat dalam mewujudkan lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak.

Langkah tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi Maluku Utara yang sehat, cerdas, kreatif, berkarakter, serta siap menghadapi tantangan pembangunan di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....