Film Dokumenter O’Hongana Manyawa, Angkat Kisah Penjaga Hutan Halmahera
- 23 Jul 2026 21:45 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Ternate – Kehidupan masyarakat adat O’Hongana Manyawa atau Suku Tobelo Dalam di pedalaman Pulau Halmahera, Maluku Utara, segera diangkat ke layar lebar melalui sebuah film dokumenter yang mengusung tema pelestarian budaya dan lingkungan. Produksi film ini diharapkan menjadi medium edukasi untuk memperkenalkan salah satu komunitas adat paling unik di Indonesia sekaligus memperkuat upaya perlindungan hak-hak masyarakat adat.
Dokumenter tersebut diproduksi di kawasan Taman Nasional Aketajawe Lolobata dan sejumlah wilayah adat di pedalaman Halmahera dengan mengedepankan pendekatan partisipatif. Seluruh proses pengambilan gambar dilakukan melalui komunikasi bersama tokoh adat, masyarakat setempat, dan berbagai pihak terkait agar tetap menghormati adat istiadat, budaya, serta ruang hidup komunitas O’Hongana Manyawa.
Tim produksi menegaskan penggunaan istilah O’Hongana Manyawa atau Tobelo Dalam dalam film ini. Sebab, penyebutan “Togutil” yang selama ini masih dikenal masyarakat dinilai memiliki konotasi yang kurang tepat oleh sebagian anggota komunitas maupun kalangan peneliti.

Film dokumenter itu akan mengangkat berbagai sisi kehidupan masyarakat adat, mulai dari cara mereka menjaga hutan sebagai sumber kehidupan, tradisi berburu dan meramu, sistem pengetahuan lokal, semangat gotong royong, hingga hubungan spiritual yang erat dengan alam.
Selain menampilkan kekayaan budaya, dokumenter tersebut juga merekam tantangan yang dihadapi masyarakat adat di tengah perubahan zaman, termasuk tekanan terhadap ruang hidup mereka dan pentingnya menjaga kelestarian hutan Halmahera sebagai ekosistem yang menopang kehidupan.
Produser sekaligus Ketua Tim Pelaksana, Muhammad Sofyan Ansar, yang akrab disapa Opan Jacky, mengatakan film ini lahir dari kepedulian terhadap pelestarian budaya masyarakat adat yang kian menghadapi berbagai tantangan.
“Film dokumenter ini bukan sekadar merekam kehidupan O’Hongana Manyawa, tetapi menghadirkan kisah mereka dengan penuh penghormatan. Kami ingin menunjukkan kepada dunia bahwa mereka memiliki pengetahuan, nilai kehidupan, dan hubungan yang sangat kuat dengan alam. Harapannya, film ini menjadi jembatan yang memperkenalkan kearifan budaya Indonesia sekaligus mengajak semua pihak menjaga kelestarian hutan dan menghormati hak-hak masyarakat adat,” ujar Opan Jacky.
Ia menegaskan seluruh proses produksi dilakukan dengan menjunjung tinggi etika dokumenter, termasuk menghormati adat istiadat, privasi, serta persetujuan masyarakat dalam setiap tahapan pengambilan gambar.
Menurutnya, masyarakat adat O’Hongana Manyawa bukan hanya bagian dari kekayaan budaya Indonesia, tetapi juga memiliki peran penting sebagai penjaga ekosistem hutan Halmahera yang menyimpan keanekaragaman hayati bernilai tinggi.
“Kami percaya setiap budaya memiliki cerita yang layak didengar. Dokumenter ini adalah bentuk penghormatan kepada masyarakat adat yang selama ini menjaga hutan Halmahera. Kami berharap karya ini mampu menginspirasi generasi muda untuk lebih mencintai budaya Indonesia dan menjaga keberagaman yang menjadi kekayaan bangsa,” katanya.
Film dokumenter tersebut direncanakan diputar dalam berbagai forum kebudayaan, lembaga pendidikan, festival film dokumenter, hingga platform digital agar dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas.
Melalui karya ini, tim produksi berharap publik dapat mengenal kehidupan O’Hongana Manyawa secara lebih utuh, memahami pentingnya perlindungan hak-hak masyarakat adat, sekaligus memperkuat kesadaran kolektif untuk menjaga kelestarian budaya dan hutan Indonesia bagi generasi mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....