Pemutaran Film di Benteng Oranje Hidupkan Ruang Kreatif
- 09 Mei 2026 09:58 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Ternate–Sekretaris Dinas Kebudayaan Kota Ternate, Rinto Taib, menilai kegiatan nonton bareng (nobar) dan diskusi film dokumenter 'Pesta Babi' di kawasan Benteng Oranje sebagai bentuk pemanfaatan ruang pusaka untuk kegiatan kreatif dan edukatif, Jumat malam, 8 Mei 2026.
Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Ternate bersama Society of Indonesian Environmental Journalists. Film Pesta Babi mengangkat isu lingkungan di Papua yang dinilai relevan dengan berbagai persoalan ekologis di Halmahera, Maluku Utara.

Rinto mengatakan, pemutaran film di Benteng Oranje merupakan bagian dari upaya menghidupkan kembali fungsi ruang bersejarah sebagai tempat lahirnya gagasan dan kreativitas masyarakat.
“Benteng Oranje adalah jejak perjuangan bangsa dan bagian penting dari sejarah. Melalui kegiatan seperti ini, kita dapat membangun imajinasi kreatif untuk menghidupkan kembali dunia perfilman di Kota Ternate dan Maluku Utara,” kata Rinto sebelum diskusi berlangsung.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga dapat menjadi sarana untuk menangkap dan mengembangkan potensi serta bakat generasi muda dalam mengembalikan kejayaan seni dan budaya di daerah.
Ia menegaskan bahwa isu yang diangkat dalam film tersebut tidak boleh dipahami dalam konteks separatisme, melainkan sebagai bentuk keberpihakan terhadap masyarakat adat di seluruh Nusantara.
“Papua adalah bagian dari kepentingan bangsa dalam melindungi masyarakat adat. Ini juga diperjuangkan pemerintah melalui berbagai regulasi, termasuk oleh kesultanan sebagai institusi tradisional di Nusantara,” ujarnya.
Rinto menambahkan, masyarakat tidak perlu ragu untuk terus berkarya selama tetap berpedoman pada hukum yang berlaku dan nilai-nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika.
“Pemutaran film dan diskusi ini penting karena sejalan dengan kebijakan Pemerintah Kota Ternate yang menjadikan Benteng Oranje sebagai ruang kreatif untuk mengembangkan karya-karya masyarakat,” ujar Rinto, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....