Tiga Tahun Program Mangrove NHM di Kao Tunjukkan Hasil Nyata

  • 19 Jun 2026 07:02 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Kao - Upaya rehabilitasi lingkungan pesisir di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, menunjukkan hasil positif. Tiga tahun setelah penanaman dilakukan, sekitar 90 persen mangrove yang ditanam di pesisir Desa Kao, Kecamatan Kao, tumbuh dengan baik dan berhasil memulihkan kawasan yang sebelumnya mengalami degradasi lingkungan.

Program penanaman mangrove tersebut dilaksanakan pada Juni 2023 melalui kolaborasi antara PT Nusa Halmahera Minerals (NHM), Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Maluku Utara, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Halmahera Utara, Pemerintah Desa Kao, serta Komunitas Green Kaidati.

Sebanyak 600 bibit mangrove ditanam pada area seluas sekitar 0,8 hektare di Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) Kao. Tiga tahun berselang, kawasan tersebut kini menghijau dan menjadi habitat bagi berbagai jenis satwa di sekitar Sungai Naul.

Pengelolaan kawasan dilakukan secara berkelanjutan oleh Komunitas Green Kaidati yang terus melakukan pemantauan dan perawatan terhadap mangrove yang telah tumbuh.

Kawasan Ekosistem Esensial memiliki fungsi penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan pesisir. Selain membantu mencegah abrasi pantai, keberadaan mangrove juga berperan sebagai habitat berbagai biota perairan serta menjadi benteng alami menghadapi dampak kenaikan muka air laut.

Sebelum program restorasi dijalankan, wilayah pesisir Desa Kao termasuk kawasan yang rentan terhadap abrasi dan ancaman kerusakan lingkungan yang dapat berdampak pada aktivitas masyarakat maupun kawasan permukiman.

Melalui kerja sama antara perusahaan, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat, kondisi pesisir kini dinilai semakin membaik dan lebih terlindungi dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.

Selain manfaat ekologis, kawasan mangrove tersebut juga memiliki potensi ekonomi bagi masyarakat. Mangrove dikenal sebagai salah satu ekosistem yang efektif menyerap emisi karbon dan berpotensi dikembangkan menjadi kawasan ekowisata berbasis lingkungan.

Sebagai bagian dari program keberlanjutan perusahaan, NHM juga memberikan dukungan bagi penguatan kapasitas masyarakat melalui pengembangan pembibitan mangrove. Dukungan itu meliputi pembangunan gazebo, penyediaan jaringan listrik, fasilitas sanitasi, hingga tandon air untuk mendukung kegiatan pembibitan.

Secara bertahap, NHM turut membantu pengembangan pembibitan mangrove hingga mencapai 4.300 bibit yang dikelola masyarakat. Program tersebut tidak hanya mendukung konservasi lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi melalui penjualan bibit mangrove.

Ketua Komunitas Green Kaidati, Zainudin Hongi, kepada rri, Jumat 19 Juni 2026, mengapresiasi dukungan berkelanjutan yang diberikan NHM dalam pengelolaan kawasan konservasi tersebut.

Menurutnya, program itu telah memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas lingkungan sekaligus menciptakan peluang pendapatan baru bagi masyarakat melalui usaha pembibitan mangrove.

Sementara itu, Superintendent Lingkungan Departemen Health Safety and Environment (HSE) NHM, Rosmini Djufri, menegaskan komitmen perusahaan untuk terus mendukung pelestarian lingkungan melalui kolaborasi dengan masyarakat dan pemerintah daerah.

“Kami berharap kawasan mangrove ini dapat terus terjaga dan memberikan manfaat jangka panjang, baik dari sisi ekologis maupun ekonomi bagi masyarakat. NHM berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan komunitas lokal dan pemerintah daerah dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan di Kabupaten Halmahera Utara,” ujarnya.

Keberhasilan rehabilitasi mangrove di pesisir Desa Kao menjadi contoh bagaimana kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat dapat menghasilkan dampak nyata bagi pemulihan lingkungan sekaligus mendukung kesejahteraan warga di wilayah pesisir.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....