Warga Falabisahaya Dapat Sosialisasi Harga BBM dari SPBU

  • 12 Jun 2026 15:41 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Sanana - SPBU Kompak yang berada di Desa Falabisahaya, Kecamatan Mangoli Utara, Kabupaten Kepulauan Sula, melakukan sosialisasi terkait perubahan harga BBM.

Hal ini dilaksanakan lantaran adanya perubahan kenaikan harga BBM terbaru yang mulai berlaku 10 Juni 2026. PT Pertamina (Persero) resmi menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi, jenis Pertamax dari harga sebelumnya Rp 12.300 per liter menjadi Rp 16.250 per liter.

Sementara, harga untuk jenis BBM bersubsidi seperti Pertalite Rp10.000 perliter dan Biosolar Rp6.800 perliter yang dipastikan tidak mengalami kenaikan dan tetap disubsidi oleh pemerintah.

Pemilik SPBU Kompak, Wilson Wowor menyampaikan, pihaknya telah mendapat instruksi untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait dengan kenaikan harga BBM saat ini. Kewajiban ini merupakan bagian dari standar pelayanan publik dan transparansi badan usaha, seperti Pertamina, dalam menginformasikan kebijakan harga kepada konsumen.

Ia menyatakan, biasanya dilakukan melalui beberapa cara, misalnya dengan pemasangan pengumuman atau perubahan daftar harga pada papan informasi di area SPBU atau penyampaian melalui papan display digital di setiap dispenser pengisian BBM serta sosialisasi dilakukan melalui media massa dan publikasi resmi dari pemerintah atau PT Pertamina Patra Niaga.

“Mereka sudah tau BBM naik lewat medsos, kemudian naiknya kan malam pukul 00.00 Rabu 10 Juni 2026, sedangkan saya kan baru besok paginya jual minyak," ujar Wilson, Jumat 12 Juni 2026.

Ia menegaskan, pada prinsipnya untuk sosialisasi harga BBM yang baru ini mudah saja, hanya saja pihaknya juga harus mencari solusi untuk melakukan penambahan kuota BBM, karena saat ini konsumen semakin meningkat.

" Bagusnya kita diberikan jatah untuk penambahan kuota, khususnya BBM jenis Pertalite," katanya.

Ia menyampaikan, SPBU Kompak di Falabisahaya biasa mendapatkan suplai BBM subsidi jenis Pertalite sebanyak 30 Ton setiap bulannya, sedangkan untuk Non Subsidi Jenis Pertamax itu sekitar 60-70 Ton.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....