DLH Optimalkan TPS3R untuk Kurangi Sampah di Ternate

  • 10 Jun 2026 10:46 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Ternate–Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Ternate berkomitmen mengoptimalkan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) sebagai upaya mengurangi volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Hal tersebut disampaikan dalam dialog interaktif di studio RRI Ternate bertajuk “Optimalisasi Pengelolaan Sampah Ramah Lingkungan” yang berlangsung pada Rabu 10 Juni 2026.

Plt Kepala DLH Kota Ternate, Musli Muhammad, mengatakan pengelolaan sampah ramah lingkungan harus dilakukan melalui pendekatan yang lebih terintegrasi, salah satunya dengan mengoptimalkan TPS3R yang telah tersedia di Kota Ternate.

Menurutnya, selama ini pola pengelolaan sampah masih berfokus pada pengangkutan dan pembuangan ke TPA. Ke depan, pendekatan tersebut harus diubah dengan menitikberatkan pada pengurangan sampah sejak dari sumbernya.

“Regulasi terkait pengelolaan sampah sudah tersedia, mulai dari tingkat kementerian hingga pemerintah daerah. Selama ini kita hanya mengangkut sampah dan membawanya ke TPA. Pola ini harus diubah dengan fokus pada pengurangan sampah dari sumbernya, termasuk melibatkan pelaku usaha dalam pengelolaan sampah yang ramah lingkungan,” ujarnya.

Musli menjelaskan, volume sampah yang masuk ke TPA Kota Ternate setiap hari mencapai sekitar 105 ton. Namun, masih terdapat sekitar 9,7 ton sampah yang belum terlayani, termasuk di wilayah terluar seperti Pulau Moti, Hiri, dan Batang Dua.

“Secara sistem, pelayanan pengelolaan sampah di wilayah tersebut belum optimal dan masih dilakukan secara konvensional. Karena itu, sudah saatnya pola pengelolaan sampah ramah lingkungan diterapkan secara menyeluruh agar tidak menimbulkan kerusakan lingkungan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Ternate, Rus’an M. Nur, menegaskan bahwa kebijakan pemerintah saat ini tidak lagi berorientasi pada mengangkut dan membuang sampah, melainkan mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan.

Menurutnya, Dinas PUPR telah menyiapkan berbagai sarana dan prasarana pendukung pengelolaan sampah, mulai dari arm roll, dump truck, armada kaisar, hingga bantuan dari Kementerian PUPR.

“Konsep 3R inilah yang harus dioptimalkan. Saat ini Ternate memiliki tiga TPS3R yang berada di Kelurahan Tubo, Gamalama, dan Kalumata. Jika dimaksimalkan, fasilitas tersebut dapat membantu mengurangi volume sampah secara signifikan,” ujarnya.

Direktur Poltekkes Kemenkes Ternate, Ridwan Yamko, menambahkan bahwa persoalan sampah tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga kesehatan masyarakat. Karena itu, keberadaan TPS3R menjadi sangat penting.

Sebagai lembaga pendidikan, Poltekkes Kemenkes Ternate turut berperan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Kami membantu pemerintah melalui kegiatan pengabdian masyarakat. Mahasiswa juga telah melakukan berbagai inovasi, seperti pengolahan sampah organik menjadi biogas, pembuatan kompos, serta kegiatan edukasi lainnya di sejumlah kelurahan,” katanya.

Ridwan berharap dosen dan mahasiswa Poltekkes Kemenkes Ternate dapat terus dilibatkan dalam program-program pemerintah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....