Harga Pertamax di Papua-Maluku Naik, Pertalite dan BioSolar Tetap Stabil
- 10 Jun 2026 07:44 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Ternate – PT Pertamina Patra Niaga resmi melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi untuk produk Pertamax dan Pertamax Green di wilayah Papua dan Maluku mulai 10 Juni 2026. Kebijakan tersebut diambil setelah melalui koordinasi dengan pemerintah sebagai regulator serta mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia dan harga pasar keekonomian.
Meski demikian, harga BBM bersubsidi yakni Pertalite dan BioSolar dipastikan tidak mengalami perubahan. Pertalite tetap dijual Rp10.000 per liter, sementara BioSolar bersubsidi tetap Rp6.800 per liter.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengatakan penyesuaian harga BBM non subsidi dilakukan sesuai regulasi yang berlaku dan merupakan bagian dari evaluasi berkala yang dilakukan perusahaan. Langkah tersebut juga bertujuan menjaga keseimbangan antara keberlanjutan bisnis, kualitas layanan, dan kepastian pasokan energi kepada masyarakat.
Menurutnya, harga jual Pertamax dan Pertamax Green ditetapkan berdasarkan formula yang telah diatur pemerintah. Seluruh proses penyesuaian dilakukan dengan tetap berkoordinasi bersama regulator guna memastikan distribusi dan penyediaan energi berkualitas dapat terus berjalan secara optimal.
“Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan setelah melalui proses evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah. Harga jual tersebut diputuskan dengan tetap dikoordinasikan dengan pemerintah sebagai regulator dan menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan penyediaan energi bagi masyarakat,” ujar Roberth dalam keterangan resminya.
Ia menegaskan Pertamina Patra Niaga tetap menjamin ketersediaan pasokan BBM di seluruh jaringan SPBU. Masyarakat juga dapat mengakses informasi harga terbaru melalui kanal resmi perusahaan maupun aplikasi MyPertamina.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Papua Maluku, Ispiani Abbas, menjelaskan bahwa penyesuaian harga hanya berlaku untuk produk Pertamax. Harga Pertamax (RON 92) mengalami kenaikan dari Rp12.600 per liter menjadi Rp16.650 per liter.
Adapun produk BBM non subsidi lainnya tidak mengalami perubahan harga. Pertamax Turbo (RON 98) tetap dijual Rp21.200 per liter, Dexlite (CN 51) Rp23.500 per liter, dan Pertamina Dex (CN 53) Rp25.350 per liter.
Ispiani menyebut harga tersebut berlaku untuk seluruh provinsi di wilayah Papua dan Maluku dengan besaran Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) sebesar 7,5 persen. Informasi lengkap mengenai harga BBM terbaru dapat diakses melalui kanal resmi Pertamina Patra Niaga dan aplikasi MyPertamina.
Selain itu, masyarakat yang membutuhkan informasi terkait produk maupun layanan Pertamina dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135. Layanan tersebut disiapkan untuk memberikan informasi dan menjawab berbagai pertanyaan pelanggan terkait distribusi dan penjualan BBM.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....