Hasil Pertemuan Menko Zulhas dengan Kepala Daerah di Malut

  • 05 Agt 2026 08:12 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Ternate – Pemerintah pusat mengalihkan fokus kebijakan pangan nasional pada 2026 ke sektor perikanan dengan menargetkan pengentasan kemiskinan nelayan melalui pembangunan 2.000 Kampung Nelayan di berbagai daerah. Program tersebut menjadi salah satu agenda utama yang disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan saat memimpin rapat koordinasi bersama Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda dan kepala daerah se-Maluku Utara di Bela Hotel, Ternate, Rabu 5 Agustus 2026.

Rapat terbatas itu juga dihadiri Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Yandri Susanto, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, Anggota DPR RI Eko Patriot, Forkopimda Maluku Utara, serta para bupati dan wali kota.

Zulkifli Hasan mengatakan pemerintah telah berhasil mencapai swasembada pangan karbohidrat pada tahun lalu. Karena itu, Presiden kini mengarahkan kebijakan nasional untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan yang dinilai masih menjadi kelompok masyarakat paling rentan.

“Tahun ini perintah Bapak Presiden fokus untuk mengentaskan kemiskinan khususnya nelayan. Petani padi nilai tukarnya sudah 127, sedangkan nelayan baru 103. Target kita dalam satu tahun ini bisa naik menjadi 120,” kata Zulhas.

Gubernur Sherly Tjoanda bersama Wagub Sarbin dan Forkopimda hadiri pertemuan bersama Menko Zulhas.(Foto: RRI/Yudi).

Menurutnya, pembangunan Kampung Nelayan akan dilengkapi berbagai fasilitas penunjang ekonomi, mulai dari cold storage, pabrik es, bengkel kapal, balai lelang ikan hingga SPBN. Kehadiran infrastruktur tersebut diharapkan memperkuat posisi tawar nelayan terhadap harga hasil tangkapan.

“Kalau nelayan menangkap ikan lalu harganya sedang murah, hasil tangkapannya bisa disimpan dulu di cold storage sehingga tidak harus dijual dengan harga rendah,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga membentuk Koperasi Nelayan Merah Putih sebagai lembaga yang akan membeli hasil tangkapan ketika harga pasar turun. Selanjutnya, ikan tersebut akan disalurkan untuk memenuhi kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Tak hanya meningkatkan pendapatan nelayan, program ini juga diproyeksikan menciptakan lapangan kerja baru di wilayah pesisir. Setiap kampung nelayan diperkirakan mampu menyerap puluhan tenaga kerja, terutama generasi muda.

Zulhas menegaskan, strategi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menciptakan pertumbuhan ekonomi berbasis desa sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional melalui sektor kelautan dan perikanan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....