Program Tamasya dan Akselerasi Penurunan Stunting Diperkuat di Maluku Utara

  • 08 Jun 2026 19:40 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Sofifi - Pemerintah Provinsi Maluku Utara (Pemprov Malut) terus mematangkan langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga dan menekan angka stunting di wilayahnya. Komitmen ini dipertegas dalam pertemuan audiensi antara Sekretaris Provinsi Malut, Drs. Samsuddin A. Kadir, bersama Plt. Kepala Perwakilan BKKBN Maluku Utara, Ansar Djainahu, di Kantor Gubernur Malut, Sofifi, Senin 8 Juni 2026.

Pertemuan ini merupakan langkah konkret untuk mengawal sejumlah Program Strategis Nasional (PSN) di daerah. Fokus utama perbincangan mencakup penyediaan ruang asuh anak bagi pekerja perempuan, pengentasan stunting berbasis keswadayaan, hingga persiapan menyambut kunjungan pejabat pusat.

Sekprov Malut, Samsuddin A. Kadir, mengungkapkan terdapat tiga poin krusial yang menjadi agenda utama dalam koordinasi tersebut:

  1. Perluasan Program 'Tamasya' di Sofifi dan Kawasan Industri

Program Tamasya (Taman Asuh Sayang Anak) dihadirkan sebagai solusi bagi pekerja perempuan di Maluku Utara agar tetap produktif sekaligus memastikan anak-anak mereka diasuh secara profesional.

Setelah berhasil melampaui target tahun 2025 dengan merealisasikan 5 wadah dari target awal 2 wadah, BKKBN kini membidik 10 wadah baru pada tahun 2026. Salah satu titik prioritasnya adalah Ibu Kota Provinsi, Sofifi.

“Untuk program Tamasya di Sofifi, kami tengah menyiapkan beberapa alternatif lokasi, seperti di TK binaan PKK, area kantor gubernur, atau di kawasan ASN 1. Tim gabungan Pemprov dan BKKBN akan segera melakukan survei kelayakan gedung," ujar Samsuddin.

Selain Sofifi, program ini juga akan menyasar Kabupaten Halmahera Timur dengan menggandeng PT Antam guna memfasilitasi pekerja perempuan di sektor industri.

  1. Optimalisasi Program 'Genting' Lewat Skema Orang Tua Asuh

Fokus kedua terletak pada Program Genting (Gerakan Pencegahan Stunting). Program ini memiliki pendekatan unik karena bergerak secara mandiri tanpa menggunakan dana APBN maupun APBD, melainkan mengandalkan konsep Orang Tua Asuh (OTA) dari masyarakat atau perorangan yang mampu.

Bantuan yang disalurkan bersifat komprehensif, meliputi:

  • Pemenuhan nutrisi dan edukasi gizi.
  • Perbaikan aspek struktural (bantuan rumah layak huni).
  • Pembenahan fasilitas sanitasi dan jamban keluarga.

Pemprov Malut berkomitmen mengoordinasikan program ini lebih lanjut dengan seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menjaring para calon orang tua asuh.

  1. Persiapan Kunjungan Kerja Sekretaris Utama BKKBN RI

Pertemuan ini juga mematangkan agenda kunjungan kerja Sekretaris Utama BKKBN RI, Prof. Budi Setiono, ke Maluku Utara pada 15 Juni 2026 mendatang.

Plt. Kepala Perwakilan BKKBN Malut, Ansar Djainahu, memaparkan tiga agenda utama kunjungan kerja pusat tersebut, yaitu:

  • Pelantikan 7 CPNS formasi pengangkatan tahun 2025.
  • Peletakan batu pertama di Kampung Keluarga Berkualitas (KBS/KRS) di Sofifi, Kota Tidore Kepulauan.
  • Pemberian kuliah umum di Universitas Bumi Hijrah, Sofifi.

Sekprov menegaskan Pemprov Malut siap memberikan dukungan penuh dan pelayanan terbaik melalui koordinasi dengan Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) demi kelancaran kunjungan pejabat negara tersebut.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....