Lawan Stunting, Bupati Halut Wajibkan OPD Jadi Orang Tua Asuh

  • 25 Jul 2026 09:25 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Tobelo – Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara mengambil langkah baru dalam upaya mempercepat penurunan stunting. Bupati Piet Hein Babua berkomitmen mengerahkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) menjadi Orang Tua Asuh Cegah Stunting, sebagai bagian dari penguatan kolaborasi bersama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN.

Komitmen tersebut disampaikan saat menerima audiensi Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Maluku Utara, Ansar Djainahu, di Halmahera Utara, Rabu 22 Juli 2026.

Dalam pertemuan itu, kedua pihak membahas penguatan sinergi untuk menjalankan program pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana sebagai fondasi peningkatan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

Ansar memaparkan lima program prioritas Kemendukbangga/BKKBN, yakni Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), AI-SuperApps Keluarga Indonesia, dan Lansia Berdaya (SIDAYA).

Menurut Ansar, keberhasilan program-program tersebut sangat bergantung pada dukungan pemerintah daerah, kolaborasi lintas sektor, serta keterlibatan aktif masyarakat.

“Implementasi lima program prioritas ini membutuhkan komitmen seluruh pemangku kepentingan agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Ansar kepada rri.co.id, Sabtu 25 Juli 2026.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Piet Hein Babua menyatakan pembangunan keluarga merupakan investasi jangka panjang dalam menciptakan generasi yang sehat, berkualitas, dan mampu bersaing di masa depan.

Sebagai bentuk dukungan terhadap program nasional percepatan penurunan stunting, Piet menegaskan akan menginstruksikan seluruh kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara untuk berperan sebagai Orang Tua Asuh Cegah Stunting.

“Penanganan stunting bukan hanya tugas sektor kesehatan, tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama. Saya akan menginstruksikan seluruh kepala OPD untuk mengambil peran aktif sebagai Orang Tua Asuh Cegah Stunting agar upaya ini berjalan lebih masif,” kata Piet.

Ia meyakini keterlibatan seluruh perangkat daerah akan memperkuat gerakan gotong royong dalam menekan angka stunting sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan anak-anak di Halmahera Utara.

Selain fokus pada percepatan penurunan stunting, sinergi antara Kemendukbangga/BKKBN dan Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara juga diarahkan untuk memperkuat kualitas pengasuhan anak, membangun ketahanan keluarga, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui implementasi lima program prioritas BKKBN.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mendukung lahirnya generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing sebagai modal utama mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....