Job Fair Malut 2026, Sediakan 250 Loker ke Luar Negeri

  • 08 Jun 2026 12:04 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Tobelo - Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) kembali menggelar Job Fair 2026 di Kabupaten Halmahera Utara. Kegiatan yang berlangsung pada Senin 8 Juni 2026, itu dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe.

Kepala Disnakertrans Maluku Utara, Marwan Polisiri, mengatakan pelaksanaan Job Fair merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah menekan angka pengangguran sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap peluang kerja, baik di dalam maupun luar negeri.

Menurut Marwan, tingkat pengangguran terbuka di Maluku Utara menunjukkan tren penurunan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka pengangguran terbuka pada 2025 tercatat sebesar 4,55 persen dan turun menjadi 4,46 persen pada Mei 2026.

“Penurunannya memang tidak terlalu besar, tetapi ini menunjukkan bahwa pengangguran di Maluku Utara masih dapat dikendalikan,” kata Marwan saat menyampaikan laporan pada pembukaan Job Fair.

Ia menjelaskan, Job Fair 2026 diikuti oleh 22 perusahaan yang menawarkan sekitar 3.000 lowongan pekerjaan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 250 lowongan tersedia untuk penempatan tenaga kerja di luar negeri.

Pelaksanaan Job Fair dilakukan secara hybrid dengan menggabungkan sistem pendaftaran daring dan luring. Hingga hari pertama pelaksanaan, tercatat sekitar 250 pencari kerja telah mendaftar secara online.

Selain membuka peluang kerja dalam negeri, Disnakertrans juga terus mendorong penempatan pekerja migran asal Maluku Utara ke berbagai negara. Marwan mengungkapkan, pihaknya telah memberangkatkan 11 tenaga perawat ke luar negeri, dengan 10 orang bekerja di Arab Saudi dan satu orang lainnya bekerja di Jerman.

“Salah satu perawat asal Tidore saat ini bekerja di Munich, Jerman, dengan penghasilan sekitar Rp63 juta per bulan. Sementara tenaga kesehatan lainnya ditempatkan di sejumlah rumah sakit internasional di Arab Saudi,” ujarnya.

Ia menambahkan, saat ini kebutuhan tenaga kerja luar negeri masih didominasi sektor tenaga kerja dengan keterampilan menengah atau middle-skill. Karena itu, masyarakat diharapkan memanfaatkan kesempatan yang tersedia melalui Job Fair tersebut.

Marwan juga menyinggung isu pemutusan hubungan kerja (PHK) yang belakangan muncul seiring proses revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) sejumlah perusahaan tambang. Meski demikian, ia memastikan kondisi ketenagakerjaan di Maluku Utara masih relatif terkendali.

Pemilihan Kabupaten Halmahera Utara sebagai lokasi penyelenggaraan Job Fair juga dilakukan atas permintaan pemerintah daerah setempat. Selain bertepatan dengan pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), kegiatan ini diharapkan dapat dimanfaatkan para atlet maupun masyarakat yang sedang mencari pekerjaan.

“Ini menjadi kesempatan bagi para pencari kerja untuk memperoleh informasi dan akses langsung ke dunia kerja, baik di dalam negeri maupun di luar negeri,” ujar Marwan.

Job Fair 2026 menjadi salah satu langkah strategis Pemerintah Provinsi Maluku Utara dalam meningkatkan penyerapan tenaga kerja serta memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat di tengah dinamika ekonomi dan industri yang terus berkembang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....