Berkat Program Pemprov Malut, Imam Masjid di Pelosok Halsel ini Berangkat Umrah

  • 07 Sep 2026 20:53 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Ternate - Penantian panjang puluhan imam masjid di kawasan pelosok Maluku Utara untuk menginjakkan kaki di Tanah Suci akhirnya terwujud. Sebanyak 80 tokoh agama dari 10 kabupaten/kota resmi dilepas oleh Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe dan Sekretaris Daerah Samsuddin A. Kadir di Asrama Haji Transit Ternate, Senin malam, 7 September 2026.

Keberangkatan 80 jemaah ini merupakan bagian dari pemenuhan janji politik Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda dan Wakil Gubernur Sarbin Sehe. Pemprov Malut sengaja merombak formulasi program umrah gratis yang diwariskan pemerintahan sebelumnya agar mampu menampung lebih banyak penerima manfaat.

Wakil Gubernur Sarbin Sehe menyampaikan bahwa jumlah penerima program dinaikkan dari yang sebelumnya hanya 72 orang menjadi 80 orang. Kenaikan kuota tersebut merupakan hasil perhitungan ulang alokasi anggaran daerah.

“Dari sekian banyak orang yang ingin berangkat, hanya 80 yang terpilih. Ini mungkin karena doa, sehingga punya kesempatan ikut dalam program Ibu Gubernur Sherly Tjoanda untuk memberangkatkan para imam, ustadz, dan juru mudi,” kata Sarbin dalam sambutannya.

Namun, untuk menambah jumlah jemaah hingga 80 orang, Pemprov Malut melakukan penyesuaian teknis, seperti pengurangan durasi hari ibadah di Arab Saudi hingga penyesuaian nominal uang saku jemaah. Selain itu, biaya perjalanan dari kabupaten/kota menuju Ternate diimbau untuk ditanggung secara mandiri oleh jemaah.

Langkah efisiensi tersebut disambut haru oleh para imam dari pulau-pulau terluar. Rusdi Salim, Imam Masjid Al-Muhajirin dari Desa Pelita, Halmahera Selatan, mengungkapkan rasa gembiranya setelah sekian lama hanya mendengar janji manis keberangkatan umrah.

"Memang selama ini sudah ada ingin-ingin, tapi ya belum dipanggil. Alhamdulillah lewat program Pemprov Malut, lewat Ibu Gubernur dan Pak Wagub, kami berkesempatan ke Tanah Suci," ujar Rusdi mewakili rekan-rekannya.

Rusdi berharap program perhatian terhadap tokoh agama di daerah terpencil ini tak berhenti di tahun 2026. Ia mendorong Pemprov Malut untuk terus memprioritaskan alokasi anggaran perjalanan ibadah bagi imam masjid dan ustaz di seluruh penjuru Maluku Utara pada tahun-tahun mendatang.

Acara pelepasan jemaah umrah tersebut turut dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Maluku Utara, Zaber Wahid, Anggota Komisi IV DPRD Muhammad Abusama, serta jajaran pejabat jajaran Pemprov Malut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....