Pembangunan Mako Brimob Senilai Rp11,1 Miliar Ditargetkan Rampung Oktober 2026

  • 04 Jun 2026 17:37 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Ternate – Komisi III DPRD Maluku Utara meninjau progres pembangunan Markas Komando (Mako) Brimob Polda Maluku Utara di kawasan Akehuda, Ternate Utara, Kamis 4 Juni 2026. Kunjungan dilakukan untuk memastikan proyek yang dibiayai melalui APBD 2026 itu berjalan sesuai spesifikasi dan target penyelesaian.

Peninjauan dipimpin Ketua DPRD Maluku Utara, Iqbal Ruray, yang juga bertindak sebagai koordinator Komisi III. Ketua Komisi III Merlisa Marsaoly, Wakil Ketua Komisi III Machmud Esa, serta seluruh Anggota Komisi terlihat dilokasi proyek.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau langsung berbagai bagian bangunan yang saat ini tengah dikerjakan oleh CV Rajawali Timur.

Iqbal Ruray menjelaskan, pembangunan gedung Mako Brimob dua lantai itu memiliki nilai kontrak sekitar Rp11,1 miliar. Proyek tersebut sebelumnya sempat mengalami kendala pada tahun anggaran 2025 ketika dikerjakan oleh rekanan berbeda dengan alokasi anggaran sekitar Rp5 miliar.

“Tahap kedua ini, mudah-mudahan fisik bangunan ini direncanakan oleh pihak rekanan tadi kurang lebih sekitar antara September sampai Oktober mudah-mudahan bisa selesai,” kata Iqbal kepada awak media usai peninjauan.

Selain gedung utama Mako Brimob, proyek tersebut juga mencakup pembangunan satu unit rumah dan penataan pelataran. Menurut Iqbal, apabila nantinya dibutuhkan pengembangan tahap ketiga, maka pelaksanaannya akan disesuaikan dengan kebutuhan operasional Brimob.

Ketua DPRD Maluku Utara, Iqbal Ruray saat diwawancarai wartawan usai peninjauan.(Foto: RRI/Yudi).

Di sisi lain, Iqbal menyoroti tantangan yang dihadapi pemerintah daerah terkait aturan yang membatasi pemberian bantuan kepada instansi vertikal.

“Pada saat ini kami juga diperhadapkan dengan aturan bahwa pemerintah daerah tidak lagi bisa membantu kepada instansi vertikal. Jadi itu yang menjadi instruksi yang harus diperhatikan,” ujarnya.

Meski demikian, ia menilai dukungan terhadap institusi seperti TNI dan Polri tetap penting mengingat peran strategis keduanya dalam menjaga keamanan dan stabilitas daerah. Namun, pelaksanaannya harus tetap sejalan dengan regulasi yang berlaku.

Sementara itu, Direktur CV Rajawali Timur, Evan Marshall, mengungkapkan progres pembangunan saat ini telah mencapai sekitar 34,8 persen. Untuk mempercepat pekerjaan, perusahaan mengerahkan sebanyak 64 tenaga kerja di lokasi proyek.

“Jadi untuk teknis di lapangan, mungkin saat ini kita percepat di gedung utama untuk pemasangan atap, biar pekerjaan yang ada di dalam bisa terus jalan terus,” ujar Evan.

Ia menambahkan, fokus pekerjaan saat ini adalah penyelesaian atap gedung utama agar pekerjaan interior dapat dilakukan secara paralel dan lebih efektif.

Evan juga memastikan kenaikan harga sejumlah material bangunan tidak akan memengaruhi pelaksanaan proyek. Menurutnya, pihak kontraktor tidak berencana mengajukan perubahan kontrak dan optimistis pekerjaan dapat diselesaikan sesuai anggaran yang tersedia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....