Dikbud Malut Gencar Bina Guru dan Kepsek, Kejar Peningkatan Mutu
- 02 Jun 2026 14:28 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Tidore – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku Utara mulai melaksanakan program pendampingan bagi guru dan kepala sekolah sebagai tindak lanjut hasil pemetaan kompetensi (profiling) yang dilakukan pada akhir tahun 2025.
Program tersebut dijalankan melalui Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) bekerja sama dengan Sampoerna Foundation untuk meningkatkan kapasitas guru dan kepala sekolah di sejumlah SMA negeri di Kota Ternate dan Kota Tidore Kepulauan.
Kepala Bidang GTK Dikbud Maluku Utara, Ramli Kamaludin, mengatakan profiling yang dilakukan pada Desember 2025 menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam merumuskan program pembinaan yang lebih terarah.
“Tujuan program ini adalah meningkatkan kompetensi kepala sekolah dan guru berdasarkan hasil pemetaan yang telah dilakukan sebelumnya,” kata Ramli usai membuka kegiatan pendampingan di SMK Negeri 5 Tidore Kepulauan, Selasa 2 Juni 2026.
Menurut dia, hasil profiling menunjukkan masih terdapat sejumlah indikator kompetensi yang perlu diperkuat, baik pada aspek kepemimpinan kepala sekolah maupun proses pembelajaran di kelas yang dilakukan guru.
Sebagai tindak lanjut, Dikbud Maluku Utara dibawah pimpinan Abubakar Abdullah berkoordinasi kembali dengan Sampoerna Foundation untuk mengidentifikasi area yang masih memerlukan perbaikan dan menyusun program intervensi yang tepat sasaran.
Tahap pertama pendampingan telah dilaksanakan di Kota Ternate dua pekan lalu. Sementara mulai 2 Juni 2026, kegiatan serupa digelar di Kota Tidore Kepulauan dengan melibatkan 16 sekolah, terdiri atas 15 SMA negeri di Tidore Kepulauan dan satu sekolah dari Kabupaten Halmahera Timur.
Ramli menjelaskan, materi pendampingan bagi kepala sekolah difokuskan pada kemampuan menganalisis rapor pendidikan sebagai dasar pengambilan kebijakan di satuan pendidikan. Sementara bagi guru, pelatihan lebih diarahkan pada peningkatan kualitas proses pembelajaran di ruang kelas.
Program pendampingan tersebut akan berlangsung selama sekitar satu bulan. Pemerintah Provinsi Maluku Utara berharap hasilnya dapat terlihat pada peningkatan capaian rapor pendidikan sekolah pada tahun 2027.
Selain berdampak pada mutu pembelajaran, program ini juga diharapkan mendukung peningkatan capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) sektor pendidikan di Maluku Utara.
Saat ini nilai SPM pendidikan Maluku Utara berada pada angka 48. Gubernur Sherly Tjoanda menargetkan peningkatan signifikan hingga mencapai angka 80 pada masa kepemimpinannya.
“Seluruh program yang dijalankan Dinas Pendidikan diarahkan untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan mendongkrak capaian SPM. Pendampingan ini menjadi salah satu langkah strategis untuk mencapai target tersebut,” ujarnya.
Ramli menambahkan, para narasumber yang terlibat merupakan tenaga profesional bersertifikasi dari Sampoerna Foundation yang telah berpengalaman mendampingi peningkatan mutu pendidikan di berbagai daerah di Indonesia.
Melalui program tersebut, Ramli berharap kompetensi guru dan kepala sekolah semakin meningkat sehingga berdampak langsung pada kualitas pembelajaran dan mutu pendidikan di daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....