Machmud Esa Gerak Cepat Gandeng BWS Cari Solusi Banjir Akehuda

  • 22 Mei 2026 09:45 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Ternate - Banjir yang terus berulang di Kelurahan Akehuda, Kota Ternate, akhirnya mendapat perhatian serius setelah warga meluapkan keresahan mereka kepada anggota DPRD Maluku Utara, Machmud Esa. Aspirasi itu disampaikan warga RT 04 dan RT 05 saat agenda reses di kantor kelurahan pada 15 Mei 2026.

Keluhan warga bukan tanpa alasan. Setiap hujan deras mengguyur Ternate, dua RT tersebut hampir dipastikan terendam banjir. Kondisi itu bahkan kembali terjadi hanya dua hari setelah reses berlangsung.

Mendapat laporan dari Lurah Akehuda, Farida Saleh, Machmud langsung turun ke lokasi menemui warga terdampak. Ia kemudian bergerak cepat berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai Maluku Utara untuk mencari solusi penanganan banjir yang selama ini belum terselesaikan.

Pada Jumat pagi, 22 Mei 2026, Machmud bersama tim BWS Maluku Utara melakukan peninjauan lapangan sekaligus pengukuran dan identifikasi penyebab banjir di kawasan tersebut.

“Ini tanggung jawab saya sebagai anggota DPRD Provinsi Maluku Utara, Dapil Ternate dan Halmahera Barat,” kata Machmud saat dikonfirmasi rri.co.id, di sela-sela kunjungan lapangan.

Menurutnya, warga sudah terlalu lama menjadi “langganan banjir” tanpa solusi nyata. Ia mengaku saat reses, masyarakat melampiaskan kekecewaan karena berbagai instansi telah berulang kali melakukan peninjauan, namun hingga kini persoalan banjir belum juga tertangani.

Politisi Gerindra itu menilai keterlibatan BWS penting karena persoalan drainase dan aliran air di Kota Ternate masuk dalam kewenangan pengelolaan wilayah sungai.

“Keluhan masyarakat membutuhkan penanganan serius dan cepat. Karena itu saya langsung berkoordinasi dengan BWS agar ada langkah nyata,” ujarnya.

Ketua Fraksi Gerindra DPRD Maluku Utara ini berharap survei lapangan yang dilakukan dapat segera menemukan titik persoalan utama sehingga solusi permanen bisa segera dirumuskan dan warga tidak lagi dihantui banjir setiap musim hujan.

Sementara itu, Kepala Seksi Pelaksanaan BWS Maluku Utara, Jainal, mengatakan pihaknya tengah melakukan identifikasi awal terhadap penyebab genangan di sejumlah RT di Kelurahan Akehuda.

Menurut Jainal, secara visual dimensi saluran air di kawasan tersebut sebenarnya cukup besar. Namun tim masih perlu melakukan pengukuran lebih lanjut untuk mengetahui mengapa banjir tetap terjadi.

“Kami sedang melakukan identifikasi awal dan pengukuran untuk mengetahui penyebab utama daerah ini terdampak banjir, sehingga ke depan bisa ditentukan solusi penanganannya,” katanya.

Machmud Esa bersama Tim BWS Maluku Utara, dan Lurah Akehuda, tinjau salah satu titik saluran air penyebab air meluap ke jalan.(Foto: RRI/Yudi).

Di lokasi yang sama, Lurah Akehuda, Farida Saleh, mengungkapkan perubahan alur drainase diduga menjadi salah satu penyebab banjir yang terus terjadi. Ia menyebut setelah pembangunan runway bandara dan perubahan saluran air sejak 2014, aliran air tidak lagi langsung menuju pantai, tetapi berbelok ke kawasan permukiman warga.

Selain itu, wilayah RT 04 dan RT 05 juga menerima limpahan air dari kawasan yang lebih tinggi, termasuk dari Kelurahan Tubo dan area sekitar kampus Universitas Khairun.

“Kami menerima kiriman air dari daerah ketinggian, sehingga saat hujan deras semua masuk ke RT 4 dan RT 5,” ujar Farida.

Farida juga mengapresiasi langkah cepat Machmud Esa yang dinilainya menjadi anggota DPRD pertama yang tidak hanya menyerap aspirasi warga saat reses, tetapi langsung turun dan bergerak mencari solusi.

“Baru pertama kali ada anggota DPRD yang reses bertemu langsung dengan lurah dan warga, lalu langsung action,” katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....