Dikbud Malut Jemput Anak Putus Sekolah hingga ke Pulau Terpencil

  • 10 Mei 2026 21:40 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Tobelo - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara bergerak cepat melakukan verifikasi faktual calon siswa Program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) 2026, yang menjadi salah satu program prioritas Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda dan Wakil Gubernur Sarbin Sehe.

Program yang digagas Pemerintah Provinsi Maluku Utara itu menyasar anak-anak putus sekolah di wilayah terpencil agar tetap memperoleh akses pendidikan menengah tanpa terkendala kondisi geografis maupun ekonomi.

Di bawah kepemimpinan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara, Abubakar Abdullah, tim verifikasi dan validasi (verval) langsung diterjunkan ke lapangan, meliputi wilayah Halmahera Utara, Halmahera Timur hingga Pulau Morotai.

Salah satu ASN Dikbud Maluku Utara, A. Toim, bahkan harus menempuh perjalanan laut menggunakan kapal kecil bersama empat penumpang menuju Pulau Tolonuo, Kecamatan Tobelo Utara, Halmahera Utara.

Salah satu calon sisa PJJ di Pulau Morotai.(Foto: Dikbud Malut).

Di lokasi tersebut, tim mendata sejumlah anak yang tidak melanjutkan pendidikan SMA agar dapat kembali bersekolah melalui sistem pendidikan jarak jauh.

Abubakar Abdullah mengatakan langkah cepat itu merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menyelamatkan generasi muda Maluku Utara agar tetap melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

“Ini adalah komitmen Ibu Gubernur untuk memastikan anak-anak Maluku Utara tetap mendapatkan hak pendidikan, meskipun berada di wilayah terpencil,” ujar Abubakar saat dihubungi rri.co.id, Minggu 10 Mei 2026.

Tim Dikbud Malut lakukan Verval di Pulau Tolonuo, Halmahera Utara.(Foto: Dikbud Malut).

Program PJJ 2026 sendiri menggunakan sistem pembelajaran sinkronus atau tatap muka daring dan asinkronus dengan metode belajar mandiri fleksibel. SMA Negeri 1 Kota Ternate ditetapkan sebagai sekolah induk, sementara sekolah mitra berada di Halmahera Utara, Halmahera Timur, dan Pulau Morotai.

Salah satu calon siswa yang didata tim, Muhamad Ridho, mengaku bersyukur atas program tersebut. Ia menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Maluku Utara dan Dinas Pendidikan karena telah membuka kesempatan bagi anak-anak putus sekolah untuk kembali belajar.

“Saya bersedia mengikuti pendidikan jarak jauh, terima kasih Ibu Gubernur dan Pak Kadis Pendidikan,” kata Ridho.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....