Pemprov Malut Kawal Ketat Penanganan Sedimentasi di Teluk Buli
- 08 Mei 2026 04:07 WIB
- Ternate
Poin Utama
- Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui DLH bergerak cepat memanggil PT Feni Haltim dan melakukan pengawasan langsung terhadap penanganan sedimentasi di perairan Teluk Buli.
- Perusahaan melakukan langkah pemulihan berupa perbaikan tebing longsor, normalisasi drainase dan kolam sedimentasi, serta pengerukan lumpur di sungai dan laut menggunakan geotube dan geosilt.
- Pemprov Maluku Utara menegaskan pengawasan tidak hanya fokus pada pemulihan lingkungan, tetapi juga dampak sosial agar masyarakat terdampak merasa lebih tenang dan terlindungi.
RRI.CO.ID, Haltim – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bergerak cepat merespons kondisi perairan di wilayah Teluk Buli, Halmahera Timur, yang terdampak sedimentasi akibat longsor tebing di area proyek PT Feni Haltim (PFH).
Plt Kepala DLH Maluku Utara, Halim Muhammad mengatakan, pihaknya telah memanggil perusahaan untuk meminta penjelasan terkait kronologi kejadian, langkah penanganan yang sudah dilakukan, serta rencana pemulihan ke depan.
Menurut Halim, peristiwa tersebut teridentifikasi terjadi pada 2 Mei 2026 saat intensitas curah hujan tinggi memengaruhi sistem aliran air di area proyek sehingga sedimen terbawa hingga ke laut.
“Pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten menjalankan fungsi pengawasan. Tim DLH akan turun langsung ke lapangan besok (8 Mei) untuk memastikan kondisi sebenarnya dan hasilnya akan dilaporkan kepada Gubernur dan Wakil Gubernur,” kata Halim di Ternate, Kamis 7 Mei 2026.
Ia menjelaskan, terdapat tiga titik yang menjadi fokus penanganan perusahaan. Pemulihan di area tersebut ditargetkan selesai dalam waktu dua minggu sejak 4 Mei 2026.
DLH mencatat sejumlah langkah penanggulangan telah dilakukan perusahaan, di antaranya memperbaiki tebing longsor, normalisasi drainase, serta memperluas dan membersihkan kolam sedimentasi untuk mengurangi limpasan lumpur.
| Baca juga: Pemprov Malut Tutup Pintu Mutasi Masuk ASN |
Selain itu, perusahaan juga mulai melakukan pengerukan sedimen di sungai dan perairan laut menggunakan peralatan geotube untuk menyedot lumpur. Upaya pencegahan lanjutan dilakukan dengan pemasangan geosilt sebagai penahan sedimen agar tidak kembali terbawa ke laut saat curah hujan tinggi.
“Saat ini geosilt dan geotube sudah berada di lokasi dan perusahaan akan mempercepat pemasangannya,” ujar Halim.
Ia menegaskan, pemerintah daerah tidak hanya mengawal pemulihan lingkungan, tetapi juga memastikan dampak sosial terhadap masyarakat turut menjadi perhatian utama.
Menurutnya, aspirasi dan tuntutan masyarakat terdampak akan dikawal oleh DLH agar proses pemulihan berjalan menyeluruh, baik dari sisi ekologis maupun sosial.
“Harapannya masyarakat bisa lebih tenang karena pemerintah hadir mengawasi proses penanganan ini dan memastikan langkah pemulihan berjalan,” katanya.
PT Feni Haltim merupakan perusahaan pengembangan kawasan industri berbasis nikel yang beroperasi di Tanjung Ulie, Halmahera Timur, Maluku Utara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....