BKD Gerak Cepat Wujudkan Program Sekolah Kedinasan Pembibitan Sherly-Sarbin

  • 02 Mei 2026 12:57 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Sofifi - Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) bergerak cepat merealisasikan program sekolah kedinasan pola pembibitan yang diinisiasi Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda. Program ini resmi diluncurkan bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Malut, Sofifi, Sabtu 2 Mei 2026.

Peluncuran tersebut merupakan hasil koordinasi intensif BKD dengan sejumlah perguruan tinggi kedinasan nasional. Tiga institusi yang telah menjalin kerja sama yakni Sekolah Tinggi Akuntansi Negara, Sekolah Tinggi Ilmu Statistik, dan Sekolah Tinggi Transportasi Darat.

Pelaksana Tugas Kepala BKD Maluku Utara, Zulkifli Bian, mengatakan program sekolah kedinasan bukan sekadar melanjutkan pendidikan, tetapi juga menjadi bentuk pengabdian generasi muda bagi daerah.

“Melalui STIS, STAN, dan STTD, kesempatan terbuka lebar bagi putra-putri daerah untuk berkembang, bersaing secara kompetitif, dan menjadi ASN profesional,” ujar Zulkifli kepada rri.co.id.

Ia menjelaskan, program ini merupakan komitmen pemerintah daerah untuk memperluas akses pendidikan kedinasan bagi generasi muda Maluku Utara. Selain mendapatkan pendidikan berkualitas nasional, peserta yang lulus juga berpeluang langsung diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Untuk tahun 2026, total kuota yang disediakan sebanyak 26 orang. Rinciannya, masing-masing 10 kuota untuk STAN dan STTD, serta 6 kuota untuk STIS. Untuk skema pembiayaan, Pemprov akan menangani 60 persen dan peserta 40 persen sebagai bentuk komitmennya mengikuti pendidikan hingga selesai.

Seleksi akan dilakukan secara terpusat oleh masing-masing perguruan tinggi. Pemerintah daerah menetapkan sejumlah persyaratan khusus, di antaranya calon peserta harus merupakan putra-putri daerah Maluku Utara, telah berdomisili minimal 10 tahun, serta memiliki salah satu orang tua (ayah atau ibu) asli daerah tersebut.

Zulkifli menegaskan, kebijakan ini bertujuan memastikan peluang pendidikan kedinasan benar-benar dinikmati oleh generasi lokal yang nantinya kembali mengabdi di daerah.

“Komitmen gubernur adalah memberikan kesempatan yang sama bagi generasi muda Maluku Utara agar bisa bersaing di tingkat nasional dan kembali membangun daerah sebagai ASN,” katanya.

Ke depan, Pemprov Maluku Utara berencana memperluas kerja sama dengan lebih banyak sekolah kedinasan lainnya yang saat ini masih dalam tahap penjajakan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....