Program SMK Menanam Dikbud Maluku Utara Mulai Membuahkan Hasil

  • 26 Apr 2026 17:50 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Sofifi - Upaya Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) dalam mendorong peran Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagai penunjang ketahanan pangan mulai menunjukkan hasil nyata.

Sekolah Menengah Kejuruan di Maluku Utara sebanyak 151 sekolah, yang terdiri dari 63 SMK Negeri dan 88 swasta. Dari jumlah tersebut, program SMK menanam telah dilakukan di 21 SMK jurusan Agronomi Tanaman Pangan dan Hortikultura.

Program ini sejalan dengan komitmen Gubernur Sherly Tjoanda dan Wakil Gubernur Sarbin Sehe mendorong SMK sebagai penunjang ketahanan pangan daerah.

Salah satu capaian terlihat di SMK Negeri 4 Kota Tidore Kepulauan yang berlokasi di Desa Tayawi. Lahan seluas sekitar 2 hektare yang dikelola siswa berhasil menghasilkan jagung manis super dengan estimasi panen mencapai 2 ton.

Kadikbud Maluku Utara, Abubakar Abdullah panen jagung manis super di SMK Negeri 4 Kota Tidore Kepulauan.(Foto: RRI/Yudi).

Panen jagung tersebut dilakukan langsung oleh Wakil Gubernur Maluku Utara, didampingi Asisten I Kadri Laetje, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Abubakar Abdullah, Kepsek SMK Negeri 4, Kabid SMK Makmur, Kabid Pendidikan Khusus Ruslan, serta para guru dan siswa, pada Minggu 26 April 2026.

Kepala Dikbud Maluku Utara, Abubakar Abdullah, mengatakan hasil panen ini merupakan buah dari kerja sama antara pemerintah daerah dan sekolah dalam mengembangkan pendidikan vokasi berbasis praktik.

“Alhamdulillah, tiga bulan lalu kami bersama Pak Wagub melakukan penanaman di lahan kurang lebih 2 hektare, dan hari ini kita panen bersama dengan estimasi hasil sekitar 2 ton,” ujar Abubakar kepada rri.co.id.

Menurut Abubakar, hasil jagung yang dipanen tidak hanya menjadi media pembelajaran, tetapi juga memiliki nilai ekonomi. Bahkan, sebagian hasil panen telah memiliki pasar karena sudah ada pemesan sebelumnya.

Ia menegaskan, program ini tidak hanya berhenti pada satu sekolah, melainkan telah diterapkan secara luas di berbagai SMK di Maluku Utara.

“Gerakan ini merupakan bagian dari penguatan sekolah vokasi. Saat ini kurang lebih 21 SMK telah terlibat dalam program yang sama, sebagai upaya mendukung ketahanan pangan daerah,” katanya.

Program penanaman dilakukan secara bertahap di berbagai wilayah, termasuk di Halmahera Timur dan Kota Tidore Kepulauan, dengan pola tanam bergilir agar hasil panen dapat terus berkelanjutan.

Abubakar berharap, kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran langsung bagi siswa untuk meningkatkan kompetensi dan keterampilan, khususnya di bidang pertanian hortikultura.

“Ini menjadi medium pembelajaran yang sangat baik untuk meningkatkan skill siswa, sekaligus memperkuat pendidikan vokasi di Maluku Utara,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....