Gubernur Sherly Bahas Investasi Korea Selatan di Maluku Utara

  • 17 Apr 2026 19:15 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Jakarta – Pemerintah Provinsi Maluku Utara memperkuat penjajakan kerja sama strategis dengan Republik Korea melalui pertemuan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda dan Duta Besar Republik Korea untuk Indonesia, Y.M. Yoon Soon-gu, di Kantor Kedutaan Besar Republik Korea, Jakarta, Jumat 17 2026.

Pertemuan tersebut membahas sejumlah sektor prioritas yang dinilai potensial untuk dikembangkan bersama, mulai dari pertambangan, energi, perikanan, hingga pariwisata. Seluruh agenda kerja sama diarahkan pada prinsip pembangunan berkelanjutan, peningkatan nilai tambah, serta kesejahteraan masyarakat.

Dalam diskusi itu, turut dibahas investasi perusahaan asal Korea Selatan, POSCO, yang saat ini terlibat dalam pengembangan industri pengolahan nikel melalui skema joint venture di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park. Kehadiran investasi asing dinilai penting untuk mendorong hilirisasi sumber daya alam di Maluku Utara.

Pemerintah Provinsi Maluku Utara menegaskan komitmennya menjaga iklim investasi yang sehat, transparan, dan akuntabel. Komitmen tersebut mencakup kepastian perizinan berusaha, perlindungan lingkungan hidup, hingga pemenuhan tanggung jawab perusahaan kepada masyarakat dan daerah sesuai aturan yang berlaku.

Gubernur Sherly menekankan bahwa setiap investasi yang masuk ke Maluku Utara harus mampu memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah, terutama dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, dan memperkuat nilai tambah komoditas lokal.

“Pemerintah Provinsi Maluku Utara mendorong kemitraan yang sehat dan berkeadilan dengan seluruh investor, termasuk dari Republik Korea, dengan memastikan seluruh aktivitas berjalan sesuai regulasi serta memberikan manfaat optimal bagi masyarakat dan daerah,” ujar Gubernur.

Selain itu, Pemprov Maluku Utara juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku usaha untuk menjaga stabilitas investasi sekaligus memastikan praktik industri berjalan secara bertanggung jawab, baik secara sosial maupun lingkungan.

Pertemuan ini menjadi sinyal kuat komitmen kedua pihak dalam mempererat hubungan bilateral yang saling menguntungkan, sekaligus menegaskan posisi Maluku Utara sebagai salah satu pusat pertumbuhan industri strategis berbasis sumber daya alam di Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....