KABATA Perkuat Identitas Maluku Utara di Era Modern
- 16 Apr 2026 19:35 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Ternate – Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan terus mempercepat perekaman data kebudayaan sebagai langkah strategis menjaga identitas daerah sekaligus memperkuat memori kolektif masyarakat.
Program ini dijalankan melalui inovasi daerah Kelestarian Budaya Tradisional (KABATA) yang fokus mendokumentasikan berbagai domain warisan budaya, mulai dari seni, tradisi, bahasa, adat istiadat, pengetahuan tradisional, hingga karya budaya lainnya yang tersebar di seluruh wilayah Maluku Utara.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara, Abubakar Abdullah, mengatakan perekaman data budaya memiliki sejumlah tujuan penting, di antaranya pengumpulan dan inventarisasi data, verifikasi dan validasi, penyusunan basis data, pengusulan penetapan warisan budaya, integrasi dalam materi muatan lokal di sekolah, serta penguatan kerja sama dengan berbagai pihak.
“Perekaman data ini dimaksudkan untuk kepentingan inventarisasi budaya, pengelolaan database, pengusulan warisan budaya, integrasi pendidikan, serta sinergi dengan OPD terkait, lembaga penelitian, dan komunitas budaya,” ujarnya kepada rri.co.id, Kamis 16 April 2026.
Abubakar menegaskan, kebudayaan dan peradaban memiliki hubungan erat yang tidak dapat dipisahkan. Menurutnya, budaya adalah fondasi cara hidup manusia, sedangkan peradaban merupakan wujud kemajuan masyarakat.
Ia mencontohkan, pada zaman purba kebudayaan masih sederhana dan berorientasi pada bertahan hidup. Memasuki era berkembang, muncul sistem sosial, kerajaan, tulisan, dan bangunan besar sebagai tanda kemajuan peradaban. Sementara di era modern, teknologi dan ilmu pengetahuan mengubah cara berpikir manusia, namun nilai-nilai budaya tetap menjadi identitas utama.
“Semakin maju peradaban manusia, semakin kompleks dan beragam pula kebudayaan yang dihasilkan. Namun budaya tetap menjadi penentu arah bagaimana peradaban itu berjalan,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Darwin A. Rahman menjelaskan, sejumlah kabupaten/kota yang telah dijangkau pada 2026 antara lain Kota Tidore Kepulauan, Halmahera Barat, Halmahera Utara, Halmahera Timur, dan Kepulauan Sula.
Beberapa objek budaya yang telah direkam antara lain Ritual Taji Bessi dan Ake Sarabati di Tidore, Ritual Sigofi Jiko Sengolo dan Tari Sogili di Halmahera Barat, Moyoka Mingoho serta Sou Houru Dane di Halmahera Utara, Kuliner Oba dan Mafu-Mafu di Halmahera Timur, hingga Kuliner Ora dan Lompoa Dohoi di Kepulauan Sula.
Menurut Darwin, target utama tahun ini adalah karya budaya yang terancam punah. Karena itu, pihaknya mengajak pemerintah kabupaten/kota, komunitas budaya, serta para pemerhati budaya untuk berkolaborasi dalam proses pendokumentasian.
“Karya budaya yang hampir punah menjadi prioritas. Kami berharap seluruh pihak dapat bekerja sama melakukan perekaman data secara bersama-sama,”katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....