Hari Pertama Sekolah, Balai Bahasa Maluku Utara Kolaborasi dengan SD Negeri Sofifi

  • 31 Mar 2026 15:41 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Sofifi - Hari pertama masuk sekolah setelah libur panjang dimanfaatkan sebagai momentum membangun semangat baru bagi para murid. Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara berkolaborasi dengan SD Negeri Sofifi menggelar upacara bendera yang sarat motivasi dan apresiasi bagi guru serta siswa.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara, Nukman, yang bertindak sebagai pembina upacara. Kehadirannya menjadi simbol dukungan nyata terhadap dunia pendidikan di daerah, khususnya dalam membangun karakter peserta didik sejak dini.

Upacara ini tidak sekadar rutinitas seremonial, tetapi memiliki sejumlah tujuan strategis dalam dunia pendidikan. Salah satunya adalah mengembalikan semangat belajar tatap muka setelah libur panjang sekaligus memperkuat nilai kedisiplinan dan nasionalisme di lingkungan sekolah.

Selain itu, kegiatan ini juga mendorong implementasi Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) di sekolah. Program ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, berkelanjutan, serta membiasakan siswa untuk hemat energi dan air.

Upacara dilaksanakan pada Senin, 30 Maret 2026, di halaman SD Negeri Sofifi dengan diikuti seluruh warga sekolah. Kegiatan berlangsung tertib dan khidmat, menunjukkan antusiasme tinggi dari murid, guru, serta perwakilan Balai Bahasa.

Dalam amanatnya, Nukman menyampaikan pesan dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah yang menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam dunia pendidikan. Ia juga mengajak seluruh peserta untuk mendukung Gerakan Indonesia ASRI yang telah dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Lebih lanjut, disampaikan pula lima sikap utama dalam Ikrar Pelajar Indonesia yang harus menjadi pedoman siswa. Nilai-nilai tersebut meliputi keimanan, penghormatan kepada orang tua dan guru, semangat belajar, kerukunan, serta cinta tanah air.

Tak hanya itu, perhatian juga diberikan pada isu perlindungan anak di era digital. Nukman mengingatkan bahwa sejak 28 Maret 2026 telah diberlakukan pembatasan akses anak terhadap platform digital berisiko tinggi melalui PP Tunas.

Sebagai langkah konkret, siswa diajak menerapkan prinsip 3S, yaitu Screen Time, Screen Zone, dan Screen Break dalam penggunaan gawai. Hal ini penting untuk menjaga keseimbangan antara aktivitas digital dan kehidupan nyata.

Nukman juga mendorong para murid untuk memanfaatkan fasilitas literasi, seperti Perpustakaan Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara. Ia berharap siswa lebih sering membaca buku berkualitas guna memperluas wawasan dan meningkatkan kemampuan literasi.

Di akhir amanatnya, ia menegaskan harapan besar terhadap generasi muda Indonesia. Para peserta didik diharapkan tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter kuat dalam menghadapi masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....