Gubernur Kirim Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Banjir di Kepulauan Sula

  • 16 Mar 2026 15:39 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Sofifi – Pemerintah Provinsi Maluku Utara menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak banjir di Desa Waisakai, Kecamatan Mangoli Utara Timur, Kabupaten Kepulauan Sula. Bantuan tersebut dikirim setelah banjir yang dipicu hujan deras melanda wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.

Sejak awal kejadian, tim reaksi cepat dari pemerintah provinsi telah berada di lokasi untuk melakukan penanganan darurat bersama pemerintah kabupaten. Upaya tersebut dilakukan guna memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat terpenuhi serta proses penanganan berjalan cepat.

Banjir yang melanda Desa Waisakai tidak hanya menyebabkan genangan air, tetapi juga menimbulkan kerusakan pada sejumlah rumah warga. Selain itu, akses transportasi sempat terganggu, sementara sebagian warga dilaporkan kehilangan harta benda dan sumber penghidupan.

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, menyampaikan keprihatinannya atas musibah yang dialami masyarakat Kepulauan Sula. Ia menegaskan pemerintah hadir untuk memastikan warga terdampak tidak menghadapi situasi tersebut sendirian.

“Saudara-saudara kita di Sula sedang menghadapi ujian yang berat. Dalam situasi seperti ini, yang paling penting adalah memastikan mereka merasa didampingi dan kebutuhan dasarnya terpenuhi,” ujar Sherly, Senin 16 Maret 2026.

Untuk mempercepat distribusi bantuan ke wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat, pemerintah provinsi mengerahkan Kapal Permata Obi sebagai sarana pengangkut logistik menuju lokasi terdampak.

Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku Utara, berbagai bantuan kebutuhan pokok dikirimkan, antara lain beras, gula, ikan kaleng, mi instan, susu, teh, dan kopi. Selain itu, disalurkan pula perlengkapan darurat seperti terpal, matras, selimut, sarung, paket kebersihan, serta perlengkapan bayi untuk mendukung kebutuhan kelompok rentan di lokasi pengungsian.

Berdasarkan data sementara BPBD Kabupaten Kepulauan Sula, banjir tersebut berdampak pada sekitar 95 kepala keluarga atau 335 jiwa. Selain merusak puluhan rumah warga, banjir juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah infrastruktur, termasuk jembatan dan talud penahan banjir.

Pelaksana Tugas Kepala BPBD Kepulauan Sula, Syamsudin Ode Maniwi, menyatakan bahwa tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Seluruh warga yang terdampak telah dievakuasi ke tempat yang lebih aman.

“Yang terpenting saat ini adalah memastikan masyarakat terlindungi dan kebutuhan dasar mereka terpenuhi,” kata Syamsudin.

Pemerintah Provinsi Maluku Utara memastikan distribusi bantuan akan dilakukan secara bertahap sembari terus memantau kondisi di lapangan bersama pemerintah kabupaten dan instansi terkait. Langkah pemulihan juga akan disiapkan agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.

Gubernur Sherly turut mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk perangkat daerah, BUMD, dunia usaha, organisasi sosial, hingga masyarakat luas untuk bersama-sama membantu warga terdampak.

“Di saat seperti ini, kepedulian dan kebersamaan menjadi kekuatan terbesar kita. Mari bergandengan tangan membantu saudara-saudara kita di Sula,” ujarnya.

Banjir di Kabupaten Kepulauan Sula dilaporkan terjadi pada 12 Maret setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut dan menyebabkan meluapnya aliran air di sejumlah titik permukiman warga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....