Program “Guru Aka” Berakhir di Halut, Ketua OSIS Tuai Apresiasi

  • 16 Mar 2026 09:23 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Halut - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara menutup rangkaian program Iftar dan Silaturahmi bersama Kadikbud Maluku Utara “Guru Aka” di Kabupaten Halmahera Utara, Sabtu 14 Maret 2026. Kegiatan yang digelar selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah ini sebelumnya telah dilaksanakan di sejumlah daerah di Maluku Utara.

Program tersebut tidak sekadar menjadi agenda buka puasa bersama. Sebelum pelaksanaan iftar, kegiatan diawali dengan pertemuan antara kepala sekolah dan bendahara sekolah untuk membahas tata kelola keuangan satuan pendidikan, mulai dari tahap perencanaan hingga pertanggungjawaban penggunaan anggaran.

Risat Kasiang dari SMA Negeri 6 Halmahera Utara yang sejak April 2025 menjabat sebagai Bendahara BOSDA mengaku memperoleh banyak manfaat dari materi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut. Ia mengatakan penjelasan yang diberikan oleh Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sangat membantu dalam memahami pengelolaan administrasi keuangan sekolah.

“Saya sangat senang dan merasa terbantu mengikuti kegiatan ini. Materi yang disampaikan sangat jelas, praktis, dan mudah dipahami, terutama tentang penyusunan RENKAS, pembuatan Buku Kas Umum (BKU), serta pengelolaan buku pembantu seperti buku pembantu kas, buku pembantu bank, buku pembantu panjar, dan buku pembantu pajak,” ujarnya.

Selain itu, para bendahara sekolah juga mendapat pemahaman terkait mekanisme penutupan kas serta pergantian uang atas pengeluaran sekolah. Hal tersebut dinilai penting, khususnya ketika sekolah telah melakukan pengeluaran pada awal tahun sementara dana belum tersedia, sehingga pencatatan tetap dapat dilakukan secara tertib dan penggantian dilakukan setelah dana masuk.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena menambah pemahaman saya dalam mengelola keuangan sekolah secara tertib, transparan, dan akuntabel,” kata Risat.

Apresiasi serupa juga disampaikan Kepala SMA Negeri 2 Tidore, Abul Majid. Ia menilai kegiatan yang diinisiasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara itu menjadi momentum penting untuk mempererat komunikasi antara pemerintah daerah dengan satuan pendidikan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara, Abubakar Abdullah, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut pada awalnya tidak direncanakan secara menyeluruh sehingga belum semua kabupaten dapat dikunjungi.

“Karena itu kami memohon maaf jika belum semua daerah dapat kami datangi. Namun dari tiga kabupaten yang sempat kami kunjungi, kami melihat potensi luar biasa dari para siswa, khususnya pengurus OSIS,” kata Abubakar.

Ia mengungkapkan kekagumannya terhadap kualitas kepemimpinan para ketua dan pengurus OSIS yang terlibat dalam dialog bersama jajaran dinas. Menurutnya, para siswa mampu menyampaikan gagasan secara sistematis dengan komunikasi yang jelas serta menawarkan solusi terhadap berbagai persoalan di lingkungan sekolah.

“Saya mengikuti dengan serius setiap pendapat yang disampaikan para siswa. Cara berpikir mereka sudah seperti ketua-ketua BEM di perguruan tinggi. Kami sungguh bangga dengan kalian semua,” ujarnya.

Dalam dialog tersebut juga muncul berbagai pandangan menarik dari kalangan siswa. Salah satunya disampaikan Ketua OSIS SMA Negeri 5 Tobelo yang menyoroti kuatnya kehidupan toleransi di lingkungan sekolah selama bulan Ramadan.

Menurutnya, semangat saling menghormati antar siswa telah menjadi kebiasaan yang terus dijaga di sekolah.

“Selama bulan puasa ini, kehidupan toleransi di sekolah sangat terjalin dengan baik. Bahkan ini sudah menjadi pembiasaan di sekolah kami,” tuturnya.

Melalui program Iftar dan Silaturahmi bersama Guru Aka, Pemerintah Provinsi Maluku Utara berharap kegiatan semacam ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi ruang dialog antara pemerintah daerah, sekolah, dan siswa guna memperkuat kepemimpinan, karakter, serta tata kelola pendidikan di Maluku Utara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....