Kadikbud Malut Tinjau Program Pangan SMK-Halut yang Mulai Berbuah
- 14 Mar 2026 17:39 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Halut - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara, Dr. Abubakar Abdullah, memantau langsung pelaksanaan program ketahanan pangan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) saat menghadiri kegiatan buka puasa bersama (iftar) dan silaturahmi dengan pelajar serta tenaga kependidikan di Kabupaten Halmahera Utara, Sabtu 14 Maret 2026.
Kegiatan yang dipusatkan di Auditorium SMA Negeri 4 Malifut tersebut dihadiri pengurus OSIS dari SMA, SMK, dan SLB, serta para kepala sekolah, bendahara sekolah, dan wakil kepala sekolah bidang kesiswaan se-Kabupaten Halmahera Utara.
Sebelum buka puasa bersama, agenda diawali dengan pertemuan antara kepala sekolah dan bendahara sekolah untuk berbagi pengalaman terkait pengelolaan dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) dan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda). Diskusi tersebut dipandu oleh Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara, Sofyan.
| Baca juga: Kemenkum Malut Gelar Harmonisasi Ranpergub |
Dalam kesempatan itu, Abubakar yang didampingi sejumlah kepala bidang juga meninjau perkembangan program ketahanan pangan yang dijalankan oleh sejumlah SMK di daerah tersebut. Program ini sebelumnya diluncurkan pada Februari 2026 sebagai bagian dari penguatan pembelajaran berbasis praktik di sekolah kejuruan.
Salah satu perkembangan terlihat di SMK Negeri 2 Halmahera Utara di Malifut yang telah menanam sekitar 1.000 bibit nanas Bogor. Tanaman tersebut saat ini menunjukkan pertumbuhan yang baik dan diperkirakan mulai dapat dipanen pada Mei mendatang.
“Program ketahanan pangan yang dijalankan oleh 21 SMK dengan konsentrasi pertanian memiliki manfaat besar bagi proses pembelajaran. Siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik langsung di lapangan,” kata Abubakar.
Menurut dia, program tersebut juga dirancang untuk menumbuhkan keterampilan kewirausahaan bagi siswa sejak masih berada di bangku sekolah. Selain itu, hasil produksi pertanian yang dihasilkan juga berpotensi menjadi sumber pendapatan tambahan bagi sekolah.
“Selama ini sekolah banyak bergantung pada BOSP dan Bosda. Dengan produksi pertanian, sekolah bisa memiliki sumber penghasilan tambahan sehingga kondisi fiskalnya lebih sehat,” ujarnya.
Abubakar menambahkan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara berencana menggelar panen bersama hasil program ketahanan pangan di sejumlah SMK pada April mendatang. Komoditas yang akan dipanen antara lain jagung, kacang tanah, cabai, pepaya, serta berbagai tanaman hortikultura lainnya. Sementara itu, panen nanas diperkirakan berlangsung pada Juni mendatang.
Selain itu, pihaknya juga akan menjajaki kerja sama dengan pasar lokal agar hasil produksi siswa dapat terserap secara optimal. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem pembelajaran kewirausahaan di lingkungan
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....