Pemprov Malut Hadirkan Pangan Murah untuk Warga Haltim

  • 05 Mar 2026 19:10 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Haltim – Pemerintah Provinsi Maluku Utara kembali menggelar Gerakan Pangan Murah sebagai upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga kebutuhan pokok menjelang Ramadan dan Idul Fitri. Program tersebut kali ini digelar di Desa Nusa Jaya, Kecamatan Wasile Selatan, Kabupaten Halmahera Timur, Kamis 5 Maret 2026.

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menegaskan bahwa Gerakan Pangan Murah tidak hanya bertujuan menekan lonjakan harga pangan, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat yang membutuhkan.

Menurut Sherly, kegiatan ini merupakan hasil sinergi berbagai pihak yang terus dijaga demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kolaborasi seperti ini sangat penting untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses pangan dengan harga terjangkau, terutama di bulan Ramadan,” ujarnya.

Melalui program tersebut, pemerintah menyediakan sejumlah komoditas pangan strategis dengan harga di bawah harga pasar. Sejak siang hari, warga terlihat memadati lokasi kegiatan untuk membeli kebutuhan pokok sekaligus mengantisipasi potensi kenaikan harga di pasar.

Salah satu warga, Suhartati Duko (46), mengaku terbantu dengan adanya program tersebut karena pengeluaran rumah tangga biasanya meningkat selama Ramadan.

“Ini sangat membantu keluarga, apalagi kebutuhan selama Ramadan biasanya lebih banyak,” katanya.

Hal senada juga disampaikan warga lainnya, Hawa Marajebesy (43). Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Maluku Utara atas pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di desanya.

“Terima kasih kepada Ibu Gubernur dan seluruh jajaran pemerintah yang sudah membantu masyarakat,” ujarnya.

Hawa berharap program serupa dapat terus dilaksanakan, khususnya menjelang hari besar keagamaan seperti Idul Fitri, ketika harga bahan pokok kerap mengalami kenaikan.

Dalam kegiatan tersebut, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Maluku Utara menyiapkan 1.000 paket sembako. Setiap paket dijual dengan harga Rp50.000 dan berisi beras 5 kilogram, gula pasir 2 kilogram, serta minyak goreng 2 liter.

Selain pasar murah, kegiatan ini juga diisi dengan dialog interaktif antara pemerintah daerah dan masyarakat. Sejumlah aspirasi yang disampaikan warga di antaranya permintaan pengadaan bus sekolah serta bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan).

Dialog tersebut menjadi wadah bagi gubernur dan wakil gubernur untuk menyerap langsung masukan dari masyarakat, sehingga dapat ditindaklanjuti dalam bentuk program pembangunan yang lebih tepat sasaran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....