Nilai Ekspor Maluku Utara Sepanjang 2025 Melonjak

  • 09 Feb 2026 14:18 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Ternate - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kinerja ekspor Maluku Utara menunjukkan tren positif sepanjang Januari–Desember 2025. Nilai ekspor Maluku Utara mencapai US$14.230,90 juta atau tumbuh 28,61 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024.

Secara bulanan, ekspor Maluku Utara pada Desember 2025 juga mengalami peningkatan signifikan. Nilainya tercatat sebesar US$1.389,89 juta atau naik 26,09 persen dibandingkan Desember 2024.

Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Maluku Utara, Evida Karismawati, mengungkapkan bahwa komoditas besi dan baja (HS 72) menjadi penyumbang kenaikan nilai ekspor terbesar sepanjang 2025. Komoditas ini meningkat sebesar US$2.268,28 juta dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu, secara persentase, lonjakan tertinggi dicatat oleh komoditas logam dasar lainnya (HS 81). Nilai ekspornya melonjak hingga 510,07 persen sepanjang Januari–Desember 2025.

Dari sisi kontribusi, besi dan baja (HS 72) masih mendominasi ekspor Maluku Utara dengan nilai US$8.919,67 juta. Komoditas ini diikuti nikel (HS 75) sebesar US$4.565,97 juta dan bahan kimia anorganik (HS 28) senilai US$602,55 juta, dengan total kontribusi ketiganya mencapai 99 persen.

Berdasarkan negara tujuan, Tiongkok tetap menjadi pasar utama ekspor Maluku Utara dengan nilai US$13.593,46 juta atau setara 95,52 persen dari total ekspor. Jepang dan India menyusul masing-masing sebesar US$275,95 juta dan US$230,57 juta.

Selain itu, ekspor juga dikirim ke Korea Selatan, Belanda, dan Taiwan meski dengan porsi yang relatif kecil. Komoditas utama yang diekspor ke Tiongkok adalah besi dan baja serta nikel.

BPS mencatat peningkatan total ekspor sebesar US$3.165,73 juta dibandingkan 2024 didorong oleh naiknya ekspor ke sebagian besar negara tujuan utama. Kenaikan terbesar berasal dari Tiongkok sebesar US$3.001,29 juta, disusul Jepang yang melonjak hingga 1.300,57 persen.

Namun demikian, tidak semua negara tujuan mencatat pertumbuhan positif. Ekspor ke Taiwan justru mengalami penurunan sebesar US$54,86 juta atau turun 73,06 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada Desember 2025, ekspor Maluku Utara ke Tiongkok saja tercatat mencapai US$1.342,11 juta. Angka ini menegaskan kuatnya ketergantungan ekspor daerah terhadap pasar Negeri Tirai Bambu.

Dilihat dari provinsi asal barang, ekspor Maluku Utara yang dimuat melalui pelabuhan di provinsi lain mencapai US$554,57 juta sepanjang 2025. Pelabuhan di Provinsi DKI Jakarta menjadi yang terbesar dengan nilai ekspor mencapai US$538,89 juta atau sekitar 3,65 persen dari total ekspor Maluku Utara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....