Kunci Data Guru, Kadikbud Malut Pastikan Akurasi Data

  • 02 Feb 2026 11:02 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Ternate - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara menetapkan cut off data guru SMA sederajat sebagai langkah strategis memperkuat akurasi dan tata kelola data pendidikan. Penetapan ini dibahas dalam rapat koordinasi Cut Off Data Guru 2026 yang digelar secara daring, Senin 2 Februari 2026.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara, Abubakar Abdullah, menjelaskan bahwa cut off data dilakukan untuk menyepakati satu basis data guru dalam periode tertentu, meskipun dinamika perubahan jumlah guru tetap tidak terhindarkan.

“Dalam pengelolaan pendidikan, data bisa bertambah atau berkurang, itu keniscayaan. Tetapi untuk kepentingan kebijakan, harus ada satu data yang ditetapkan dalam periode tertentu,” ujar Abubakar.

Ia menegaskan, data tersebut menjadi rujukan sementara bagi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, khususnya dalam penyaluran hak-hak guru, perencanaan kebutuhan tenaga pendidik, hingga sinkronisasi data lintas sektor. Karena itu, pihaknya meminta Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) menyiapkan data seakurat mungkin.

Berdasarkan cut off per 31 Januari 2026, jumlah guru SMA sederajat di Maluku Utara tercatat sebanyak 6.220 orang yang tersebar di 406 sekolah pada 10 kabupaten/kota. Rinciannya, guru SMA Negeri sebanyak 3.216 orang, SMA Swasta 702 orang, SMK Negeri 1.304 orang, SMK Swasta 725 orang, SLB Negeri 203 orang, dan SLB Swasta 70 orang.

“Data guru ini penting untuk menjaga akurasi dan kapasitas data yang kita miliki. Ini juga menjadi dasar perencanaan, tertib administrasi, serta menjamin akuntabilitas pengelolaan data guru di Maluku Utara,” kata Abubakar.

Ia menambahkan, cut off data guru tahap pertama ini berlaku hingga Juni 2026. Selanjutnya, pada Juli 2026 akan dilakukan validasi ulang untuk semester II. Perubahan data tetap dimungkinkan, namun penggunaan data akan mengacu pada hasil kesepakatan untuk semester berjalan.

Sementara itu, Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Ramli Kamaluddin, memaparkan secara rinci komposisi sekolah dan status guru di Maluku Utara.

Menurut Ramli, dari total 406 sekolah, terdiri atas 139 SMA Negeri dan 87 SMA Swasta, 63 SMK Negeri dan 88 SMK Swasta, serta 17 SLB Negeri dan 12 SLB Swasta. Dari sisi kepegawaian, guru berstatus PNS berjumlah 2.287 orang, PPPK sebanyak 1.910 orang, dan Non ASN mencapai 2.023 orang.

Adapun guru yang telah memiliki sertifikat pendidik tercatat sebanyak 2.882 orang di sekolah negeri dan 351 orang di sekolah swasta.

“Penetapan cut off data ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi kebijakan pendidikan di Maluku Utara, sekaligus mendukung transparansi dan perencanaan pendidikan yang lebih adaptif di tengah dinamika kebutuhan tenaga pendidik,”kata Ramli.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....