MPLS Ramah Sukses, Kadikbud Malut: Sekolah Perkuat Komitmen Anti-Perundungan

  • 12 Jul 2026 08:57 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Ternate – Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) jenjang SMA, SMK, dan SLB di Provinsi Maluku Utara pada 7–11 Juli 2026 berlangsung aman, tertib, dan mengedepankan pendekatan ramah anak. Sejumlah sekolah menghadirkan berbagai inovasi untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan sejak hari pertama masuk sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara, Abubakar Abdullah, mengatakan pelaksanaan MPLS tahun ini berjalan sesuai petunjuk teknis Kementerian Pendidikan. Evaluasi yang dilakukan berdasarkan laporan kepala sekolah, Cabang Dinas Pendidikan di kabupaten/kota, serta hasil pemantauan lapangan menunjukkan kegiatan berlangsung kondusif dan mendapat respons positif dari peserta didik maupun orang tua.

“Berdasarkan laporan yang kami terima dan hasil pemantauan di lapangan, MPLS 2026 berjalan dengan baik. Kegiatannya tertib, menyenangkan, ramah anak, dan benar-benar memanusiakan peserta didik. Ini menjadi awal yang baik untuk membangun budaya belajar yang positif di sekolah,” ujar Abubakar, Minggu 12 Juli 2026.

Menurut Abubakar, MPLS tidak sekadar menjadi ajang pengenalan lingkungan sekolah, tetapi juga momentum membangun karakter, disiplin, serta semangat belajar peserta didik baru. Karena itu, seluruh sekolah didorong menyelenggarakan kegiatan yang edukatif, humanis, dan bebas dari praktik kekerasan maupun perundungan.

Sejumlah sekolah di Maluku Utara menghadirkan pendekatan yang berbeda dalam pelaksanaan MPLS. SMA Negeri 1 Halmahera Utara, misalnya, mengajak ratusan peserta didik baru menandatangani spanduk komitmen mewujudkan sekolah yang aman, nyaman, inklusif, serta bebas dari perundungan dan kekerasan.

Sementara itu, SMA Negeri 1 Ternate menerapkan Experience Counseling Psychology (ECP) untuk membantu guru mengenali kondisi psikologis, karakter, minat, dan kebutuhan peserta didik sejak awal. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat layanan pendampingan dan menciptakan iklim belajar yang lebih inklusif.

Selain itu, sejumlah sekolah juga melengkapi kegiatan MPLS dengan pemeriksaan kesehatan gratis, pengenalan layanan bimbingan dan konseling, kegiatan literasi, penguatan pendidikan karakter, hingga permainan edukatif yang mendorong kolaborasi antarsiswa.

Abubakar menilai berbagai inovasi tersebut mampu membantu peserta didik beradaptasi lebih cepat dengan lingkungan sekolah baru sekaligus membangun rasa percaya diri dan semangat berprestasi.

“Sekolah tidak hanya mengenalkan aturan, tetapi juga membangun rasa percaya diri, persahabatan, dan semangat berprestasi. Suasana positif seperti ini penting agar peserta didik merasa nyaman dan termotivasi untuk belajar sejak hari pertama,” katanya.

Ia berharap budaya positif yang telah dibangun selama MPLS dapat terus dipertahankan sepanjang tahun ajaran. Menurutnya, sekolah yang aman, inklusif, dan menyenangkan menjadi fondasi penting dalam mencetak generasi yang berkarakter, berprestasi, serta siap menghadapi tantangan masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....