Kebutuhan Mesin Industri Dorong Peningkatan Nilai Impor Malut

  • 05 Nov 2025 10:12 WIB
  •  Ternate

KBRN, Ternate: Aktivitas impor di Provinsi Maluku Utara meningkat tajam sepanjang Januari hingga September 2025. Total nilai impor mencapai US$4.384,97 juta (setara nilai saat ini Rp73,362 triliun), melonjak 46,40 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Maluku Utara, Simon Sapary, menjelaskan hal ini melalui keterangan resmi dikutip RRI, Rabu (5/11/2025). Menurutnya, kenaikan signifikan ini terutama didorong oleh kebutuhan barang modal untuk industri.

"Total nilai impor sepanjang Januari–September 2025 naik sebesar 46,40 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Andil utama peningkatan nilai impor tersebut disumbang oleh impor Mesin-mesin/Pesawat Mekanik (HS 84) sebesar 37,36 persen," kata Simon.

Simon merinci, impor golongan Mesin-mesin/Pesawat Mekanik (HS 84) mengalami peningkatan nilai tertinggi, yaitu sebesar US$767,10 juta. Sementara itu, impor golongan Garam, Belerang, Kapur (HS 25) mencatat kenaikan persentase terbesar, mencapai 157,13 persen.

Secara bulanan, nilai impor pada September 2025 saja mencapai US$531,24 juta. Angka ini naik 30,52 persen dibandingkan September 2024.

Tiongkok menjadi negara pemasok barang impor terbesar bagi Maluku Utara, dengan nilai US$3.221,15 juta atau menyumbang 73,46 persen dari total impor. Pemasok utama lainnya adalah Filipina (US$357,29 juta) dan Arab Saudi (US$173,93 juta).

Meskipun impor meningkat, neraca perdagangan Maluku Utara tetap mencatat hasil positif. Sepanjang Januari hingga September 2025, Maluku Utara mengalami surplus sebesar US$6.150,32 juta, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....