Tips Ngopi Aman Selama Berpuasa

  • 27 Feb 2026 04:11 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Ternate - Bagi banyak orang, ngopi bukan sekadar rutinitas, tapi bagian dari gaya hidup. Namun saat Ramadan, pola konsumsi kopi tentu perlu disesuaikan. Perubahan jam makan dan tidur membuat tubuh beradaptasi, termasuk dalam merespons kafein. Lalu, kapan waktu yang tepat untuk ngopi agar tetap segar tanpa mengganggu ibadah puasa?

1. Setelah Berbuka, Bukan saat Perut Kosong

Waktu paling aman untuk minum kopi adalah setelah berbuka puasa dan setelah mengonsumsi makanan utama. Hindari langsung minum kopi saat perut masih kosong karena bisa meningkatkan asam lambung dan menyebabkan rasa tidak nyaman di perut. Idealnya, beri jeda sekitar 1–2 jam setelah makan berat sebelum menikmati secangkir kopi. Bagi yang memiliki riwayat maag atau sensitif terhadap kafein, pilih kopi dengan kadar asam lebih rendah atau tambahkan susu agar lebih ramah di lambung.

2. Setelah Salat Tarawih untuk Temani Aktivitas Malam

Banyak orang memilih ngopi setelah salat tarawih untuk menemani waktu santai, mengerjakan tugas, atau sekadar berbincang bersama keluarga. Kafein bisa membantu menjaga fokus dan energi, terutama jika Anda masih memiliki aktivitas malam hari. Namun, perhatikan batas waktu. Jika diminum terlalu larut, kopi bisa mengganggu kualitas tidur dan membuat tubuh kurang segar saat sahur.

3. Hindari Ngopi Terlalu Dekat Waktu Sahur

Meski sahur sering diidentikkan dengan minuman hangat, sebaiknya hindari konsumsi kopi terlalu dekat dengan waktu imsak. Kafein bersifat diuretik ringan yang bisa meningkatkan frekuensi buang air kecil dan berisiko membuat tubuh lebih cepat kehilangan cairan saat berpuasa. Sebagai alternatif, pilih air putih yang cukup, susu hangat, atau teh rendah kafein agar hidrasi tetap terjaga sepanjang hari.

4. Perhatikan Batas Aman Kafein

Secara umum, batas konsumsi kafein yang dianjurkan untuk orang dewasa adalah sekitar 200–400 mg per hari (setara 1–2 cangkir kopi tergantung jenisnya). Selama Ramadan, sebaiknya kurangi dari kebiasaan normal untuk menghindari dehidrasi, jantung berdebar, atau gangguan tidur. Jika terbiasa minum kopi lebih dari dua cangkir sehari, lakukan pengurangan secara bertahap menjelang Ramadan agar tubuh tidak mengalami “coffee withdrawal” seperti sakit kepala atau lemas di awal puasa.

Ramadan bukan berarti harus berhenti total dari kopi. Kuncinya adalah memilih waktu yang tepat, tidak berlebihan, dan tetap mengutamakan hidrasi. Dengan pola yang bijak, kita tetap bisa menikmati aroma dan cita rasa kopi favorit tanpa mengganggu kelancaran ibadah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....