Indonesia Jadi Negara Pendiri Organisasi Kerja Sama AI Dunia
- 21 Jul 2026 08:44 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Ternate - Indonesia resmi menjadi salah satu negara pendiri World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO), organisasi internasional yang dibentuk untuk memperkuat tata kelola kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) di tingkat global. Keterlibatan tersebut menandai komitmen Indonesia dalam mendorong pemanfaatan teknologi AI yang aman, inklusif, dan bertanggung jawab. Langkah itu juga memperkuat posisi Indonesia sebagai bagian dari pembentukan ekosistem AI dunia sejak tahap awal.
Sebagai negara pendiri, Indonesia memperoleh kesempatan berpartisipasi dalam penyusunan arah kebijakan serta standar pengembangan AI internasional. Peran tersebut memungkinkan Indonesia menyuarakan kepentingan negara berkembang dalam berbagai pembahasan mengenai teknologi masa depan. Pemerintah menilai keikutsertaan sejak awal menjadi peluang strategis untuk memperkuat diplomasi digital Indonesia di tingkat global.
WAICO dibentuk sebagai wadah kerja sama antarnegara dalam menghadapi perkembangan teknologi kecerdasan buatan yang berlangsung semakin cepat. Organisasi ini mendorong pemanfaatan AI yang mengedepankan prinsip etika, keamanan, transparansi, serta berpusat pada kepentingan manusia. Melalui kolaborasi internasional, setiap negara diharapkan mampu mengembangkan inovasi tanpa mengabaikan perlindungan masyarakat.
Pemerintah memandang keanggotaan Indonesia dalam WAICO dapat memperkuat daya saing nasional di tengah transformasi ekonomi digital dunia. Kehadiran Indonesia dalam forum tersebut juga membuka peluang kolaborasi riset, investasi, hingga pengembangan sumber daya manusia berbasis teknologi. Langkah ini dinilai penting untuk mempercepat adopsi inovasi digital pada berbagai sektor pembangunan nasional.
Potensi ekonomi digital Indonesia juga menjadi salah satu faktor penting yang mendorong keterlibatan aktif dalam organisasi tersebut. Nilai ekonomi digital nasional saat ini diperkirakan telah mencapai sekitar 130 miliar dolar Amerika Serikat. Angka tersebut diproyeksikan meningkat menjadi 366 miliar dolar Amerika Serikat pada 2030 seiring percepatan transformasi digital.
Prospek tersebut bahkan diperkirakan dapat meningkat hingga mencapai 600 miliar dolar Amerika Serikat melalui penguatan kerja sama ekonomi digital ASEAN. Pemerintah optimistis kolaborasi kawasan akan memperluas pasar sekaligus mempercepat pertumbuhan berbagai industri berbasis teknologi. Kecerdasan buatan dipandang menjadi salah satu penggerak utama ekonomi digital di kawasan Asia Tenggara pada masa mendatang.
Keikutsertaan Indonesia sebagai negara pendiri WAICO sekaligus menunjukkan semakin besarnya peran nasional dalam perkembangan teknologi global. Momentum tersebut diharapkan mampu memperkuat inovasi, meningkatkan daya saing industri, serta menciptakan ekosistem digital yang berkelanjutan. Dengan keterlibatan aktif pada tingkat internasional, Indonesia berpeluang menjadi salah satu pemain penting dalam pengembangan kecerdasan buatan dunia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....