Makin Panas, Ini Tips Menjaga Tubuh Tetap Sehat di Musim Kemarau
- 22 Sep 2026 08:57 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Ternate — Cuaca panas yang berlangsung selama musim kemarau dapat membuat tubuh lebih cepat kehilangan cairan. Paparan sinar matahari dalam waktu lama, ditambah aktivitas fisik di luar ruangan, dapat meningkatkan produksi keringat sehingga risiko dehidrasi dan gangguan kesehatan akibat panas ikut meningkat.
Dilansir ANTARA, Dokter Spesialis Gizi Klinik, dr. Luciana B. Sutanto, MS, SpGK(K), mengingatkan masyarakat untuk tidak menunggu rasa haus sebelum minum. Menurutnya, kehilangan cairan yang tidak diimbangi dengan asupan yang cukup dapat mengganggu sirkulasi, fungsi ginjal, konsentrasi, serta kemampuan tubuh mengatur suhu.
“Minum secara teratur tanpa menunggu haus, terutama sebelum, selama, dan setelah aktivitas di luar ruangan,” kata Luciana. Ia juga menyarankan masyarakat membawa air minum, meningkatkan asupan cairan ketika banyak berkeringat, serta mengonsumsi buah dan sayuran yang memiliki kandungan air tinggi.
Selain mencukupi kebutuhan cairan, masyarakat dianjurkan mengurangi aktivitas berat ketika matahari sedang terik. Kementerian Kesehatan menyarankan penggunaan pakaian berbahan ringan dan longgar, melindungi diri dari paparan langsung sinar matahari dengan topi atau payung, serta menggunakan tabir surya pada bagian kulit yang tidak tertutup pakaian.
| Baca juga: Menguap, Bukan Sekadar Tanda Kantuk |
Pilihan minuman juga perlu diperhatikan. Air putih tetap menjadi pilihan utama untuk menjaga hidrasi sehari-hari. Beberapa Dokter Spesialis Gizi Klinik mengingatkan agar konsumsi minuman berkafein dan tinggi gula tidak berlebihan ketika cuaca panas karena tidak dapat menggantikan kebutuhan air putih, serta membawa botol minum dan menambah asupan cairan ketika melakukan aktivitas berat di bawah terik matahari.
Masyarakat juga perlu mengenali tanda-tanda tubuh mulai kekurangan cairan, seperti rasa haus berlebihan, mulut atau bibir kering, pusing, lemas, sakit kepala, hingga urine yang berwarna lebih pekat. Pada kondisi yang lebih berat, paparan panas dapat menyebabkan heatstroke atau sengatan panas. Heatstroke merupakan kondisi kegawatdaruratan yang dapat menyebabkan gangguan fungsi organ dan membutuhkan penanganan segera.
Karena itu, menjaga kesehatan selama musim kemarau tidak cukup hanya dengan menghindari rasa haus. Membiasakan minum air secara teratur, memilih pakaian yang nyaman, membatasi aktivitas di bawah terik matahari, menggunakan perlindungan dari sinar matahari, serta segera beristirahat di tempat sejuk ketika tubuh mulai terasa lelah atau pusing menjadi langkah sederhana yang dapat dilakukan setiap hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....