Lakukan Ini untuk Menghambat Pikun di Usia Lanjut
- 30 Agt 2026 11:47 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Ternate - Memasuki usia lanjut di atas 50 tahun wajar kalau kita menjadi mudah lupa karena adanya penurunan fungsi organ. Tapi, pikun ternyata juga bisa terjadi di usia dewasa. Walaupun pikun bukan menandakan kita tua. Namun jika otak tidak terlatih maksimal mudah lupa menjadi hal yang mungkin terjadi.
Dalam dunia medis, penyakit pikun dikenal dengan istilah demensia alzheimer. Kenapa kita menjadi mudah lupa ya ? Ternyata penurunan memori bisa terjadi jika ada perubahan neurotransmitter dan sel otak. Sehingga kemampuan mengingat menurun membuat kita jadi mudah lupa. Ini bisa terjadi pada siapapun, baik lanjut usia maupun usia dewasa.
Kita pasti ingin memori dalam otak bisa tersimpan sempurna, dan digunakan maksimal bahkan di usia lanjut. Kita juga ingin tetap dapat mengingat masa-masa remaja untuk diceritakan pada anak cucu dan dapat terus bermain TTS tanpa harus mengecek kunci jawaban di masa tua. Jawabnya? Bisa. Dengan tetap mengasah kerja otak sejak dini berikut caranya:
1. Aktif secara fisik
Dengan melakukan gerak aktif, selain baik untuk kinerja jantung, sirkulasi darah, mengontrol berat badan dan kesehatan mental, gerak aktif secara fisik juga bisa mengurangi risiko pikun di usia lanjut. Tak usah yang berat, namun lakukan secara konsisten dan meningkat perlahan. Mulai dari 10 menit per hari untuk melakukan peregangan tubuh, hingga melakukan gerakan aerobik seperti berjalan selama 150 menit, bersepeda atau jogging dan berenang.
2. Jaga asupan sehat
- Makan setidaknya lima porsi buah dan sayur dalam sehari
- Makan protein (seperti minyak ikan, kacang-kacangan, hati, telur atau daging) setidaknya dua kali dalam seminggu
- Batasi asupan gula, selalu cek kadar garam dalam makanan
- Kurangi makanan dengan lemak jenuh
- Minum minimal 6-8 gelas (air putih, susu rendah lemak dan minuman bebas gula) dalam sehari
3. Latih kinerja otak
- Belajar untuk kualifikasi pendaftaran siswa baru (seperti latihan tes potensi akademik, atau tes kualifikasi pegawai negeri).
- Belajar bahasa baru, saat kondisi normal tak ada salahnya untuk menambah kegiatan les bahasa.
- Bermain board games seperti puzzle, permainan kata (scrabble), teka teki silang, atau menjawab kuis via daring. Lakukan dengan tema berbeda tiap harinya.
- Membaca buku dan beri variasi tema. Misal, minggu ini tentang kisah romantis, minggu depan belajar sains fiksi, lalu lanjut dengan puisi.
Yang terpenting, tetap jaga komunikasi dengan kerabat dan keluarga. Karena kesehatan mental, sanggup membuat diri terjaga dari stress sehingga sirkulasi darah ke otak berjalan dengan lancar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....