Bahaya Konsumsi Jeroan Secara Berlebihan bagi Tubuh

  • 29 Mei 2026 17:39 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Ternate - Konsumsi jeroan masih menjadi pilihan makanan favorit bagi sebagian masyarakat Indonesia karena cita rasanya yang khas dan lezat. Namun, di balik kenikmatannya, terlalu sering mengonsumsi jeroan ternyata dapat menimbulkan berbagai risiko bagi kesehatan tubuh.

Jeroan merupakan organ dalam hewan seperti hati, paru, usus, babat, lidah, hingga otak yang umum diolah menjadi berbagai masakan. Meski mengandung protein, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan tubuh, konsumsi jeroan secara berlebihan justru dapat berdampak buruk dalam jangka pendek maupun panjang.

Salah satu risiko yang dapat muncul akibat terlalu sering makan jeroan adalah sakit kepala dan migrain. Kondisi ini dipicu oleh kandungan tiramin yang tinggi pada jeroan sehingga dapat meningkatkan produksi hormon epinefrin yang memicu nyeri kepala.

Selain itu, jeroan juga dikenal sebagai makanan tinggi purin yang dapat meningkatkan kadar asam urat dalam tubuh. Jika kadar asam urat terlalu tinggi, kristal dapat terbentuk di persendian dan menyebabkan peradangan serta rasa nyeri yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

Bahaya lainnya adalah meningkatnya risiko penyakit jantung dan stroke akibat kandungan kolesterol serta lemak jenuh yang cukup tinggi dalam jeroan. Penumpukan lemak di pembuluh darah dapat menghambat aliran darah ke jantung maupun otak sehingga memicu gangguan kesehatan serius.

Tidak hanya itu, konsumsi jeroan berlebihan juga dapat menyebabkan penumpukan vitamin A dalam tubuh. Kondisi tersebut berisiko menimbulkan kerusakan hati, pengeroposan tulang, hingga gangguan pada janin bagi ibu hamil.

Para ahli menyarankan untuk membatasi konsumsi jeroan agar tidak lebih dari satu kali dalam seminggu. Sebagai alternatif, dianjurkan memilih sumber protein lain seperti ikan, ayam, atau daging tanpa lemak serta menerapkan pola makan bergizi seimbang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....