Waspadai Dampak El Nino, Cuaca Panas Tingkatkan Risiko Gangguan Kesehatan
- 06 Agt 2026 08:52 WIB
- Ternate
Poin Utama
- Fenomena El Nino di Maluku Utara menyebabkan suhu udara lebih panas dan curah hujan berkurang, berdampak pada pertanian dan ketersediaan air.
- Paparan suhu tinggi dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan dehidrasi dengan gejala seperti haus berlebihan, bibir kering, pusing, dan tubuh lemas.
- Masyarakat perlu melakukan langkah pencegahan karena dehidrasi yang tidak ditangani dapat mengganggu aktivitas dan menurunkan kondisi kesehatan secara keseluruhan.
Judul:
RRI.CO.ID, Ternate – Fenomena El Nino menyebabkan suhu udara di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Maluku Utara, terasa lebih panas. Kondisi tersebut turut menurunkan curah hujan dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan pada masyarakat.
Paparan suhu tinggi dalam waktu lama membuat tubuh kehilangan cairan lebih cepat melalui keringat. Jika kebutuhan cairan tidak terpenuhi, seseorang berisiko mengalami dehidrasi yang dapat mengganggu kondisi tubuh.
Gejala dehidrasi umumnya ditandai rasa haus berlebihan, bibir kering, pusing, tubuh lemas, dan menurunnya konsentrasi. Kondisi tersebut perlu segera diatasi agar tidak berkembang menjadi gangguan kesehatan yang lebih serius.
Selain dehidrasi, cuaca panas juga dapat memicu heat exhaustion akibat paparan panas berlebihan. Kondisi itu ditandai keringat berlebihan, mual, pusing, tubuh lemas, dan peningkatan denyut nadi.
Paparan panas ekstrem dapat berkembang menjadi heat stroke yang termasuk keadaan darurat medis. Kondisi tersebut ditandai suhu tubuh sangat tinggi dan membutuhkan penanganan secepatnya.
Kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, dan pekerja luar ruangan memerlukan perhatian khusus. Nelayan, petani, pedagang, hingga pekerja konstruksi memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan akibat panas.
Memenuhi kebutuhan cairan tubuh menjadi langkah sederhana yang efektif mencegah dehidrasi selama cuaca panas. Masyarakat dianjurkan minum air putih secara rutin meski belum merasakan haus.
Konsumsi buah dan sayur yang mengandung banyak air juga membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh. Sebaliknya, minuman berkafein dan tinggi gula sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah terbatas.
Saat beraktivitas di luar ruangan, masyarakat disarankan mengenakan pakaian longgar dan berwarna terang. Penggunaan topi atau payung membantu mengurangi paparan sinar matahari secara langsung.
Aktivitas fisik dengan intensitas tinggi sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari. Waktu tersebut umumnya memiliki suhu udara yang lebih rendah dibandingkan siang hari.
Cuaca panas juga memengaruhi keamanan pangan karena mempercepat pertumbuhan bakteri pada makanan. Makanan sebaiknya dimasak hingga matang, disimpan dengan benar, dan segera dikonsumsi.
Masyarakat perlu mengenali tanda bahaya akibat paparan panas seperti demam tinggi, kebingungan, pingsan, atau sesak napas. Apabila gejala tersebut muncul, segera mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan terdekat.
Menghadapi El Nino membutuhkan kesiapan dalam menjaga kesehatan dan menyesuaikan pola aktivitas sehari-hari. Langkah pencegahan sederhana dapat membantu mengurangi risiko gangguan kesehatan selama musim panas berlangsung.
Kata kunci: El Nino, cuaca panas, Maluku Utara, dehidrasi, heat exhaustion, heat stroke, kesehatan masyarakat, musim kemarau, suhu panas, pencegahan dehidrasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....