Kasus TBC Masih Tinggi, Kesadaran Masyarakat Jadi Kunci Pencegahan

  • 22 Apr 2026 08:30 WIB
  •  Ternate

RRI.CO ID, Ternate - Tuberkulosis (TBC) masih menjadi salah satu penyakit menular yang banyak ditemukan di Indonesia hingga saat ini. Meski bukan penyakit baru, penyebarannya yang cukup cepat membuat TBC tetap masuk dalam daftar masalah kesehatan utama di tanah air.

Data Kementerian Kesehatan RI menunjukkan bahwa kasus TBC diestimasikan mencapai 1.090.000 kasus per tahun. Indonesia menempati peringkat kedua sebagai negara dengan jumlah kasus TBC terbanyak di dunia setelah India.

TBC dapat menular melalui udara, terutama saat penderita batuk atau bersin. Kondisi ini membuat penularan bisa terjadi tanpa disadari, bahkan di lingkungan terdekat seperti rumah dan tempat kerja.

Salah satu tantangan terbesar dalam penanganan TBC adalah rendahnya kesadaran masyarakat terhadap gejala awal. Batuk yang berlangsung lebih dari dua minggu sering kali tidak dianggap serius.

Selain itu, gejala lain seperti demam ringan berkepanjangan, tubuh mudah lelah, hingga penurunan berat badan kerap diabaikan. Pada anak-anak, tanda-tanda TBC bahkan bisa lebih sulit dikenali. Tidak selalu disertai batuk berat, anak yang terinfeksi justru bisa hanya menunjukkan gejala seperti sulit makan dan berat badan yang tidak naik dalam waktu lama. Kondisi ini membuat orang tua perlu lebih waspada, terutama jika anak memiliki riwayat kontak dengan penderita TBC.

Meski demikian, TBC bukanlah penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Dengan pengobatan yang tepat dan rutin, pasien memiliki peluang besar untuk pulih sepenuhnya. Namun, pengobatan harus dijalani secara disiplin dan tidak boleh terputus, karena hal ini dapat menyebabkan kuman menjadi kebal terhadap obat.

Upaya pemerintah pun terus dilakukan, mulai dari pemeriksaan gratis hingga kampanye edukasi kepada masyarakat. Namun, keberhasilan penanganan TBC tidak hanya bergantung pada fasilitas kesehatan, tetapi juga pada kesadaran individu untuk menjaga kesehatan diri dan lingkungan.

Langkah sederhana seperti memastikan sirkulasi udara yang baik di rumah, menerapkan etika batuk, serta segera memeriksakan diri saat mengalami gejala menjadi bagian penting dalam memutus rantai penularan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....