Pemkot Tidore Dorong Konservasi Pala dan Cengkeh Berbasis Masyarakat
- 15 Sep 2026 16:02 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Tidore – Pala dan cengkeh memiliki nilai sejarah, budaya, ekonomi, serta ekologis bagi masyarakat Kota Tidore Kepulauan. Kedua rempah tersebut juga menjadi bagian dari sumber penghidupan masyarakat yang diwariskan secara turun-temurun.
Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan Ahmad Laiman mengatakan, sejarah Maluku Utara tidak terpisahkan dari pala dan cengkeh.
Hal itu disampaikannya saat membuka Forum Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Genetik lintas sektor, Selasa, 15 September 2026.
Forum tersebut berlangsung di Ruang Rapat Wali Kota Tidore Kepulauan dengan melibatkan sejumlah pemangku kepentingan.
Pembahasan diarahkan pada penguatan konservasi pala dan cengkeh secara terintegrasi.
“Pala dan cengkeh adalah kekayaan warisan leluhur. Tanggung jawab kita memastikan kekayaan ini tidak hilang dan tetap bermanfaat bagi anak cucu. kata Wawali.
Ahmad menilai konservasi perlu melibatkan masyarakat sekaligus memperhatikan keberlanjutan lingkungan. Menurutnya, upaya tersebut harus mampu menjaga tanaman sekaligus memberikan manfaat ekonomi.
“Jadikan forum ini momentum membangun sistem konservasi yang terintegrasi, berbasis masyarakat, ramah lingkungan, dan memberi manfaat ekonomi,” ujarnya. Ia berharap hasil pembahasan dapat diterapkan melalui langkah konkret di lapangan.
Ahmad menegaskan, konservasi merupakan investasi jangka panjang bagi sumber penghidupan masyarakat dan kelestarian lingkungan. Karena itu, hasil forum diharapkan tidak berhenti pada penyusunan dokumen semata.
“Forum ini harus menghasilkan kesepakatan yang bisa kita implementasikan bersama,” ucap Ahmad Laiman. Menurutnya, rencana tersebut harus jelas terkait pelaksana, lokasi, pendanaan, dan keberlanjutan program.
Sementara itu, National Project Manager CDCSUI Sudarsono mengatakan, pelestarian sumber daya genetik berkaitan dengan kehidupan manusia. Keberadaan sumber daya tersebut juga berhubungan dengan keberlangsungan ekosistem.
Sudarsono menyebut Indonesia memiliki keragaman sumber daya genetik yang sangat besar. Sejumlah komoditas bahkan memiliki peluang ekonomi melalui permintaan pasar domestik maupun internasional.
Menurut Sudarsono, komoditas yang selama ini dianggap sederhana dapat memiliki nilai ekonomi tinggi. Program CDCSUI di Kota Tidore Kepulauan secara khusus memfokuskan perhatian pada pala dan cengkeh.
“Kami hadir untuk bersama-sama menjaga pala dan cengkeh tetap terpelihara dan punya nilai ekonomi,” ujar Sudarsono. Ia berharap kedua komoditas tersebut dapat diwariskan kepada generasi mendatang.
Forum turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Tidore Kepulauan Ismail Dukomalamo dan Jo Jau Kesultanan Tidore Ishak Naser. Hadir pula Kepala BBPMP Maluku Utara Warsita, Asisten Sekda Taher Husain, serta sejumlah pimpinan OPD.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....